Not all scars show, not all wounds heal. Sometimes you can't always see, the pain someone feels

- -

Showing posts with label Myself. Show all posts
Showing posts with label Myself. Show all posts

Monday, March 18, 2013

Human Nature #12 : Ambivalent

It seems we are capable of immense love and loyalty, and as capable of deceit and atrocity. It's probably this shocking ambivalence that makes us unique


Kayaknya dah lama banget ga posting hal-hal yang ga penting di blog ini haha, dan sekarang saya tertarik untuk ngepost tentang Ambivalensi. Yap, belakangan ga tau kenapa, kayaknya saya sedang dirasuki yang namanya ambivalensi haha khususnya disaat saya mendengar cerita teman-teman tentang hal-hal baik yang mereka dapatkan.

Ambivalensi menurut wikipedia adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami dua perasaan yang bertolakbelakang di waktu yang bersamaan, jadi intinya kita itu ngerasa seneng dan sedih, atau suka dan benci disaat yang bersamaan, contohnya kalo kayak di film-film, ada seorang yang jatuh cinta kepada orang lain tetapi disaat yang sama ia benci kepada orang itu, mungkin karena latar-belakang, atau kejadian yang pernah terjadi di masa yang lalu.

Kalo dikasus saya beda, saya merasa senang sekaligus perasaan kecewa, sedih, atau iri disaat yang bersamaan, ketika saya mendengar cerita bahagia dari temen saya, mungkin kedengarannya agak ga masuk akal ya, haha tapi seriusan, saya tulus seneng banget kalo temen saya bisa senang, tapi anehnya disaat yang bersamaan entah iri entah cemas, rasanya ada sesuatu yang bikin "nyesek" haha ga tau juga kenapa?

Apa cuma saya ya yang ngerasain hal kayak gini? haha apa mungkin karena mencoba berfikir terlalu objektif, atau entah ada kelainan psikologis? haha, yang jelas ngerasain hal kayak gini jadi ga enak, bingung mau ngapain hehe.

"When you have both positive and negative thoughts about something , that not just ambivalence--it's a blockage"
- Zenshine -

Friday, January 25, 2013

Junk File #18

When you become so mad, take a deep breath, and think, it is really their fault? or it is you the one who screwed everything up? and remember to always see the problem from others' point of views, although they never did the same. Cause you will learn something and they won't :)
I keep getting trapped in the same problem over and over again, and I can't just turn my thought into something positive. I realized it is one of my weaknesses, for not being able to think positively about a problem, and being sulky, easily distracted by my own mighty-mood haha. 

And today, again it happens, something that always makes me annoyed, I dont understand how can people so care about themselves and never have an initiative to take care about others who already cared for them, and how people blame someone for a simple mistakes, while they never realized that they've already done the same- if not a worse simple mistakes 10 times more.

Yeah, you guys can call me a hypocrite or whatever, and that I never sincerely helps them, but it is humane right? to expect someone will treat you like you ever treated them, or at least expecting that someone will return your favors.  It did makes me terribly mad, when someone exposed my mistakes like it is a really terrible one, while until now, I've tried my best to conceal their mistakes and told them indirectly, but it just never worked for me. And also, my other major weakness is that I am not a fuckin straightforward guy, I am just too coward confront them directly, cause I know how uncomfortable it is when someone lecture you, or talk to you about your mistakes or something that you dont do properly.

I am really sorry guys, if I suddenly become so quiet, and ignoring every single things that you guys said, I  am just still immature, I still dont know how to control myself, but when it really bothers me, I know it means that you guys are important for me, I just need to take care it by myself, but at least you guys know how I see this problem from my point of view, cause when you guys see it from others' point of view, you will know that no one is right nor is wrong, and I never made this post to tell that I am the one who is right or you guys are the wrongs, haha, and you know, I learn today that praying and listening to some supporting songs is really giving me a clearer mind to asses my problems, once again I'm sorry, I really do...

"You got people 'round the world who know you're a nonchalant"
- Monkey Majik, Westview -

Sunday, December 16, 2012

Junk File #17


Really guys, this post is what triggers me to start to write again, I dont know where to start, but just an hour ago, Brama came back from his church with his high school friends, he already told me that his friend will stay in our house for a night, but what I didnt expect is that his friends that would come is really so many, it is not that I feel distracted by them, but I just feel envy you know, I dont fuckin know why in the hell I always got this kind of feeling, anytime, anywhere. Not just in this house, in the office also, in my campus, I just feel 
like I am the enviest people in this whole universe.

                I must admit, that I envy him so hard, for having a lot of close and great friends like that, the way they talks, jokes, laughs was really priceless, yeah, I know, some of you might think, “You still got plenty of family don’t you” Yeah I did, I have a family, and I love them, but it is not about family, it is about some people who you can lean on everyday, someone who will treat you just like the way you want to be treated, I know, it is my fault, to be honest I did have some great people who absolutely willing to listen to all my fuckin un-important stories, but I freakin dont know why God, why you always give me this kind of feeling, are You trying to make me realize my past mistakes?

                Pathetic isnt it?, and un-important as well right? Haha did I look like a crybaby by writing this kind of post? Nah, nevermind, I know I am still just a boy, I just cant do what I want to do, and keep  blaming the “system” yeah, searching for justification or even a scapegoat for my inabilities, and for those who read it, please dont suddenly change the way you talk or interact with me, that will just make me think that you help me out of pity, and that is one of the reasons why I tried to conceal this blog, just read it and pretend that it had never been written, ok guys? Thanks :)

"I know very little, least of all the people closest to me"
- Cal Lightman - Lie to Me Season 2 -

Sunday, October 28, 2012

Junk File #16


When someone sees the same person everyday, as had happened with him at seminary, they wind up becoming a part of that person's life. And they want the person to change. If someone isn't what others want them to be, the others become angry. Everyone seems to have a clear idea of how other people should lead their lives, but none about his/her own
Saya ga ngerti kenapa saya terkadang ngerasa susah sendiri, berfikir keras untuk sesuatu yang sebenarnya bukan urusan atau masalah saya, ngerasa repot sendiri untuk kebutuhan yang sebetulnya bukan kepentingan saya, atau bahkan sampai ngepost postingan ini yang trigger  nya pun bukan berasal dari apa yang saya alami.

Seperti yang sempat saya bilang di postingan yang sebelumnya, kalo ternyata apa yang dikatakan orang-orang bijak selama ini benar, kalo berusaha untuk menerima kekurangan orang lain itu dalam prakteknya jauh lebih susah dari teorinya, memang kesannya saya ngejudge kali ya, bilang sifat orang lain itu jelek, kayak sifat saya udah bener aja haha, tapi mau ga mau ini jadi konflik internal saya sendiri, soalnya saya bukan tipe yang frontal, saya bukan tipe yang bakalan bilang : “eh, lu gitu banget jadi orang!” atau “X, tolong lain kali jangan gitu dong” yah kalimat-kalimat semacam itulah, *sigh haha, apa karena saya juga bukan tipe yang senang ditegur frontal kayak gitu juga kali ya? Haha soalnya banyak yang bilang caramu memperlakukan orang lain mencerminkan bagaimana caramu memperlakukan dirimu sendiri, ciee hahaha.

Ada beberapa hal lain yang membuat saya cenderung untuk enggan menegur seseorang, kita tau lah ya semua orang itu punya masa lalu mereka sendiri-sendiri, beberapa orang seolah ga peduli dengan apa yang terjadi di masa lalunya, namun ga sedikit yang masih begitu terpengaruhnya dengan kondisi mereka di masa lalu, kadang kita senang menjadikan masa lalu sebagai justifikasi atas ketidakmampuan kita di masa ini, atau ada kejadian buruk di masa lampau yang masih membekas sampai saat ini, yang mau ga mau mempengaruhi cara seseorang memandang sesuatu, lagi-lagi saya ga bisa nyalahin, masalahnya saya sendiri pun ga pernah ngalamin hal yang sampai membuat saya trauma sebegitu hebatnya terhadap suatu hal, terus lagi seperti yang pernah saya bilang, mungkin yang aneh menurut kita itu ga aneh kalo diliat dari sudut pandang mereka we just don’t know what they think and how they feel about something hahaha.

Kayaknya emang ga penting banget ya nih postingan, tapi buat saya ini penting banget soalnya it happens to those who I admire, to those who already give their invaluable insight about this life, to those who teach me so many things about what should I do and what I shouldn't do, haha andaikan hal-hal kayak gini ada aturannya ya, jadi saya ga usah repot-repot mikir masalah etika atau apalah, sebab hidup ini lagi-lagi terlalu relatif, apa yang kita anggap benar belum tentu benar bagi orang lain kan? :)

"There were two ways to be happy : improve your reality, or lower your expectations"
- Jodi Picoult, Nineteen Minutes -

Saturday, October 27, 2012

Human Nature #7 : Envy

Envy, like the worm, never runs but to the fairest fruit; like a cunning bloodhound, it singles out the fattest deer in the flock


Envy - A feeling of discontented or resentful longing aroused by someone else's possessions, qualities, or luck.

Salah satu sifat buruk yang mendasar adalah rasa iri, ga bisa kita pungkiri kita pasti pernah di suatu saat merasa iri dengan apapun yang dimiliki oleh orang lain, mungkin harta merekalah, atau kekuatan mereka, paras mereka, dan yang paling mendasar kebahagiaan mereka.

Belakangan saya gampang sekali ngerasa iri ama temen-temen di sekitar saya, iri ketika mereka mendapatkan apa yang tidak saya dapatkan, iri ketika melihat mereka melewati apa yang tidak bisa saya lewati, iri saat melihat mereka bisa melakukan apa yang tidak bisa saya lakukan, dan yang paling parah itu saya bahkan iri dan sampai kesal ketika melihat teman saya sendiri sedang senang atau bahagia, haha parah ga tuh??

Tapi beneran ya ini jujur ada dua hal paling sulit yang belakangan saya rasakan, yang pertama adalah menerima kekurangan orang-orang yang dekat dengan saya, dan yang kedua adalah secara tulus ikut senang ketika orang-orang disekitar saya mendapatkan hal-hal yang bagus hahaha, emang ga semua hal-hal baik yang mereka dapatkan membuat saya iri, tapi ketika hal-hal itu ada sangkut pautnya dengan saya, nah baru! haha.

Kata orang-orang sih iri itu awal mula dari segala macam ketidakbahagiaan, di Hindu sendiri iri itu termasuk satu dari enam jenis keburukan umum yang dimiliki oleh manusia, memang ga semua rasa iri itu mendatangkan hal yang buruk, kadang rasa iri itu bagi sebagian orang justru menjadi motivasi bagi mereka untuk meraih apa yang orang lain bisa dapatkan, namun kebanyakan dari kita ujung-ujungnya akan mendapatkan sesuatu yang lebih buruk dari rasa iri tersebut.

Bukankah rumput tetangga bakalan selalu terliht lebih hijau? kalau kita terus memperhatiak halaman tetangga kita, kapan kita akan memperhatikan punya kita sendiri? Memang rasa iri sebenarnya bentuk jelmaan akan ketidak syukuran kita terhadap apa yang kita dapatkan, kita sibuk menghitung, melihat, dan memperhatikan setiap anugrah yang diterima oleh orang lain, tetapi lupa menghitung semua hal baik yang pernah kita dapatkan haha

Yah, saya sendiri masih belajar untuk lebih bersyukur supaya ga selalu iri ketika teman saya "memperoleh" sesuatu, apa saya terlalu berlebihan kali ya? haha hal-hal sepele kayak gini aja ampe dibikin tulisan kayak gini hehe.. :)

"Envy is the art of counting the other fellow's blessings instead of your own"
- Harold Coffin -

Thursday, September 6, 2012

The Other Half of August : Holiday

Masih dalam cerita liburan di Bali, tapi liburan kali ini ga seasik yang terakhir kali haha.

Hari Pertama keluar cuma buat bikin susulan e-KTP, tak pikir bakalan lama prosedur bikinnya, eh ternyata cepet juga, tinggal bawa KK ke kantor camat Kuta Selatan, terus ngantri giliran (karena hari itu ga ada orang lain jadi saya ga perlu ngantri haha), terus maju ke meja Ibu petugas dan mengkonfirmasi data diri (beliau ga percaya golongan darah saya A+ -_-"), kemudian rekam sidik jempol (emang cuma jempol) terus di rekam iris matanya ( yang ini bikin ngakak karena harus melotot di teropong yang ga ada apa-apanya wkwk) dan voila! prosedurnya selesai, ga nyampe 15 menit, tapi nunggu jadinya itu cuy! ampe 2 bulan hahaha nanti pas liburan november mudah2an dah selesai jadi bisa sekalian ambil. Overall pelayanannya ramah dan memuaskan plus GRATIS! ga ada pungutan-pungutan aneh :thumbup.

Hari Kedua Jumat, adalah jalan-jalan keluarga, pokoknya jalan-jalan lah, mulai dari ke toko oleh-oleh, mampir ke studio foto, ke toko HP, ke distro baju, makan siang, pokoknya seharian sama-sama lah hehe.
Mama selalu jadi orang yang menanyakan gimana hidup di Jakarta, kuliah saya bagaimana, uangnya ada apa nggak, dan beliau ga henti-hentinya menatap wajah saya sambil tersenyum, mengelus-elus kepala dan rambut saya saat sedang nonton tv sambil tiduran, persis seperti yang beliau lakukan ketika saya masih kecil, gengsi sih, masih diperlakukan kayak anak kecil haha tapi jujur, nyaman banget, dan dalam hati sebenarnya saya pengen banget bertahan tidur di ruang keluarga itu berjam-jam hanya untuk membiarkan kepala saya di elus-elus dan sesekali kening saya dicium hehe, Papa di lain sisi tetep tipe yang ngobrolnya dikit, tapi saya tau beliaulah orang yang paling sayang sama saya di dunia ini, Papa berubah dari sosok yang sangat keras waktu saya kecil, ga segan-segan buat mukul anaknya kalau udah kelewatan, membuang mainan kesukaan saya, atau bahkan mengusir binatang piaraan, menjadi sosok yang membiarkan anakanya memilih jalannya sendiri haha, walaupun saya udah bilang saya bisa biayain kuliah saya sendiri, tetapi beliau tetep ngotot meminta nomor rekening saya, tapi pada akhirnya saya yang menang haha karena ga ada satupun anggota keluarga saya yang apal (padahal saya sendiri juga ga hapal :hammer). kemudain Citra, saya memanggilnya "Uni" - sebutan kakak untuk orang minang, yang akhirnya memulai menyusun skripsi S-2 Farmasinya dan dia juga berubah sekarang jadi lebih ceria dari luar dibanding terkahir kali saya ketemu dengannya, Ina juga, adik saya jadi terlihat semakin kurus belakangan, doi baru aja wisuda S-1 nya, dan sekarang sedang berusaha mencari profesi haha, mudah2an cepet dapet, dan bahkan Yogi, abang saya juga menjadi suka baca novel-novel best-seller gitu, entah sejak kapan haha. intinya people do change, me too bahkan orang rumah heran saya malah semakin menjadi pendiam sejak tinggal di Jakarta, dan memang sepertinya bener, belakangan juga entah kenapa mau buka pembicaraan ama temen aja susah, haha payah ya.

Hari Ketiga, Sabtu, setangah hari pertama syaa habiskan di rumah nonton serial "Lie to Me" yang sengaja saya bawa dari Jakarta, serial yang menceritakan tentang "Micro-expression" pokoknya buat saya keren lah, highly recommended to watch.
Sorenya, saya berangkat ke KFC Matahari Sudirman buat ketemu ama Reni, ya ren, akhirnya ketemu juga setelah hanya "ngobrol" via sms, message facebook, twitter, atau whatsapp haha, sebenarnya pengen ngasi pendapat tentang Reni, cuma kalo ditulis disini ntar orangnya baca haha :p. Tapi yang jelas, cerita-cerita dan pengalaman-pengalamannya bener-bener luar biasa, ada satu hal yang sedikit membuat saya tertegun ketika dia bilang kalau saya bisa nulis hal-hal yang sederhana menjadi ga-sederhana haha, sebenarnya mungkin itu karena saya jarang sekali bisa mendapatkan pengalaman-pengalaman yang "wah" jadi saya cenderung untuk membesar-besarkan masalah yang sebenarnya kecil haha, tapi untungnya sekali lagi saya bersyukur saya berada di tengah teman-teman yang memiliki pengalaman yang "wah" itu sehingga saya bisa belajar dari mereka hehe. thanks buat bukunya, tapi baru selesai dibaca satu hehe.

Hari Keempat, minggu tenang di rumah, leha-leha sambil ngabisin season 2 Lie to Me hahaha.

Hari Kelima-Keenam, ada janji sorenya reunian ama temen-temen SMA, sembari nge-bowling haha, it was fun, dan malamnya saya menginap di rumahnya tunik bertiga dengan boni, paginya langsung diajak sarapan di dunkin (gaya banget wkwk) ternyata mereka yang di Bali gaya hidupnya lebih hedon dari saya yang di Jakarta, boro-boro sarapan di dunkin haha. Tpi ternyata cuma 15000, plus wi-fi gratisan (-_- ternyata mereka mengincar wi-finya buat apdet aplikasi andorid wkwkw), sehabis berpisah, saya ga langsung pulang, mampir ke erlangga dulu beli oleh-oleh buat orang subdit dan khususnya buat thata dan ovin dua orang yang suka ngambek kalo ga dikasi oleh-oleh hahaha :Peace becanda :P, tapi entah kenapa mereka berdua itu mirip, susah dimengerti maunya apa, bedanya kalo thata ngambeknya ngasi sinyal, sedangkan ovin ngambeknya terang-terangan, yah introvert maupun extrovert ternyata cewek itu emang susah buat dipahami maunya apa hahaha

Hari Ketujuh, pagi-pagi sekali saya harus balik ke Jakarta karena cuma di jam itu yang tiketnya murah diantar oleh Mama dan Yogi akhirnya saya harus meninggalkan Bali untuk kedua kalinya di Tahun ini haha, semoga November nanti sempet mampir ke Bali dari Lombok :) Overall, it was a great holiday with a cheaper ticket than last holiday :P

The Other Half of August : Bali

Berasa udah lama banget ga ngeblog haha, sebenarnya di kepala ini dah banyak banget yang pengen ditumpahin, tapi ada aja hal-hal yang bikin males atau enggan buat buka blog, mulai dari mudik ke kampung, terus capek n pengen refreshing, sampai kondisi badan yang agak kurang fit belakangan dan dengan kondisi itu memaksakan diri ikut ke krakatau (daripada uangnya kebuang) haha, tapi tetep maksain buat ngerangkum kejadian selama setengah bulan agustus ini, walaupun lagi-lagi aneh, cerita bulan agustus di bikin di september haha, dan tema pertama adalah BALI!!.


Bali bukanlah tempat saya dilahirkan, bukan pula tempat saya dibesarkan, tetapi begitu ada yang bertanya "Aslinya dari mana mas?" pasti saya akan menjawabnya dengan "Bali", saya harap Bali tidak malu saya ngaku-ngaku menjadi bagiannya haha. Saya hanya menghabiskan 3 dari 23 Tahun hidup saya disana, yah 4 tahun lah ditambah waktu mudik selama ini, jadi sampai sekarang saya masih belum memiki "sense-of-belonging" terhadap Bali, saya masih buta akan Bali, saya juga ga punya "fisik" khas orang Bali, atau pola pikir layaknya seperti teman-teman SMA saya miliki, saya hanya bisa melihat dan mengamati Bali sebagai keturunan Bali yang tidak tinggal di Bali, yang mana menurut sebagian orang hal itu penting, sebab katanya untuk mengetahui bagus atau jeleknya "rumah" mu dari luar, berarti kamu harus keluar dari "rumah" tersebut dan melihatnya dari luar kan?. Sama kaya diri sendiri, sesekali kita perlu mengetahui gimana pandangan atau kesan orang lain saat melihat kita dari luar, iya ga sih? hehe.

Tapi bagaimanapun juga saya tetep nganggap Bali itu sebagai rumah pertama saya (mau ga mau harus begini haha) tapi jujur, saya bangga akan Bali, pulau inilah yang membantu orang asing untuk mengenal "Indonesia", pulau ini juga menjadi icon pariwisata Indonesia, komplit, ada wisata alam berupa pantai dan gunung, wisata olahraga, wisata adat dan budaya, bahkan wisata edukasi dan sejarah juga banyak, Bali is the best lah (haha boleh lah subjektif dikit :p).

Namun, ada satu hal yang membuat saya malu mengaku sebagai orang Bali, bukan karena Balinya, tetapi karena diri saya sendiri, khususnya di perantauan, haha apalagi kalau bukan memenuhi "ekspektasi" kebanyakan orang tentang "orang Bali" saya selalu khawatir saya ga bisa menjadi representatif yang bagus sebagai orang Bali di Jakarta ini, haha bahkan menyandang nama "Nyoman" itu kebanggaan sekaligus beban bagi saya, makanya saya lebih senang menggunakan nama Nikki Wirawan saja, dengan menghilangkan nama depan dan belakang saya, haha, but still I love Bali :).

Thursday, July 26, 2012

Junk File #15

But often, God gives us what we need instead of what we want

Kalimat itu saya ucapkan sendiri sewaktu nge-reply tweetnya agus, ga tau ya darimana asalnya, bicara filosofis tentang hal-hal seperti itu memang gampang, beribu-ribu quotes mengenai hidup berserakan disana-sini, berbagai macam pola pikir seseorang yang dituangkan dalam suatu buku, novel, lagu, film, atau bahkan sebuah teater. Ga bisa dipungkiri film, musik, dan tulisan berupa novel maupun artikel di sebuah koran atau majalah, adalah berbagai macam media yang dimanfaatkan oleh seseorang untuk menjelaskan pola pikirnya.

Ngomong-ngomong, memang saya sendiri kadang ga bisa menalar kalimat yang saya ucapkan itu, hmm, mungkin pertama-tama saya harus menyapa lagi si "July" yang sekali lagi telah memberikan saya sensasi "roller-coaster" bahkan yang terjadi hanya 1 hari.

Memang, saya orangnya sedikit perfeksionis untuk masalah rencana, saya memiliki ekspektasi yang terkadang jauh di atas rata-rata orang normal untuk kegiatan atau sesuatu yang saya rencanakan sendiri, jadi ketika hasil atau kegiatan yang terjadi tidak mampu memenuhi ekspektasi saya, saya langsung merasa gagal dan kecewa. Mungkin benar kata orang-orang, kegiatan di hari H itu ga bisa ngalahin sensasi di hari H- sekiannya, apalagi untuk kegiatan yang kita sukai, sebab bagi saya, begitu saya merencanakan sesuatu, saya mulai membayangkan reaksi-reaksi atau kejadian positif yang akan terjadi di hari-H nya haha.

Sama kaya hari ini, mengenai perayaan ulang tahun 3 orang teman se-genk saya, awalnya saya sudah membayangkan kami akan bersenang-senang fullday saat weekend, yah sekedar nonton, karaokean, bowling atau apalah sambil menunggu waktu berbuka, eh tiba-tiba acara dimajuin jadi hari kamis malam, yah masih ga masalah sih yang penting masih bisa kumpul2, terus ketika kami membelikan kado buat mereka, saya langsung membayangkan mereka akan senang ketika menerimanya, tetapi kenyataannya, saya bahkan ga tau apakah mereka senang akan hal itu, terus lagi, mengenai masalah pemilihan tempat, ga ngerti ya, apa memang saya harus menyerah untuk berusaha menyamakan sesuatu yang jelas-jelas berbeda? tapi memang susah, 9 kepala pastinya punya 9 ide, 9 kemauan, 9 karakter, kalau memang ga ad yang ngalah ya ga bakalan bisa sepakat, dan entah kenapa saya ingin yang biasanya mengalah ini untuk lebih "speak-up' dan yang biasanya straight-forward sesekali ngalah lah gitu aja.

Haha, ditambah kejadian di tempat makan tadi, membuat mood saya bener-bener rusak, bayangin aja ga satupun ekspektasi saya terpenuhi, justru yang ada malah saya nyusahin yang ulang tahun, yang udah ngalah, ga ngerasa seneng, yang permintaannya dikabulin juga jadi kecewa, yang ultah bebannya malah jadi nambah, yang udah berkorban waktu sholatnya, waktu kumpul keluarganya, jadi seolah-olah percuma haha, FAIL banget lah pokoknya, EO-fail begitu kata orang-orang haha, saya ga pernah nganggap serius julukan itu, cuma belakangan jujur jadi ngerasa emang ga cocok buat jadi EO haha, banyakan gagalnya, banyakan ngecewainnya..

Jadi saya  minta maaf teman-teman yang sudah pernah saya kecewakan, saya ga tau dalam hal apalagi saya bisa membuat diri saya terlihat "membanggakan" atau "memiliki nilai" untuk dijadikan seorang teman haha..

"We're just ordinary people, we don;t know which way to go"
- John Legend, Ordinary People -

Sunday, July 22, 2012

July

What's wrong July?
It seems that you are too shy,
Are you afraid to fly?
Afraid that if you fall you are going to die?
But, God! you just never try,

I am not asking you to standby,
Or, insist on taking your supply,
I just need a trustworthy ally,
Something that I can always rely,

And what now July?
are you going to say a goodbye?
we even haven't said to each other "hi"

Sampai saat ini, bulan Juli sudah cukup banyak memberikan peristiwa-peristiwa tak terduga, kejadian-kejadian baik yang menyenangkan, mengesalkan, mengkhwatirkan, dan berbagai macam peristiwa lainnya, semua itu membuat emosi saya naik-turun.

Saya senang, sebab di bulan ini saya mendapatkan rejeki yang cukup banyak, diberikan "hiburan" yang lebih dari cukup, dianugerahi kesehatan yang sangat baik, sampai dengan semangat untuk merealisasikan  ide-ide dan rencana-rencana seru untuk beberapa bulan kedepan, 

Saya kesal, ketika saya tidak mampu menjalankan rencana yang sudah dibuat, kesal ketika saya tidak mampu mengekspresikan apa yang saya rasakan secara verbal, kesal ketika saya merasa saya hanya dijadikan tempat untuk berbagi kesedihan, yang dilupakan begitu saja begitu mereka senang.

Haha, tapi semua itu membuat bulan ini terasa cepat berlalu, tau-tau udah tanggal 22 aja.
Jadi, terima kasih Juli, telah mengizinkan saya untuk menikmati "roller-coaster" di Bulan ini, haha :)


"Never tickle a sleeping dragon"
- Hogwarts Motto -

Tuesday, June 26, 2012

Junk File #14

How about finding the meaning of our lives?
Is it that shameful?
Is it that difficult?
Or is it that complicated?

Do you think we were created to pursue wealth?
Or perhaps, God wanted us to just enjoy the life He gave?

Then, why being an evil person always looks good?
You give them rewards
You make them happy
While the good people is just keep suffering
They are the one who keep saying their prayers
 The one who sincerely help each others
why can't You just give them something?
You already took their money
You also took their healthiness
You didn't even give them enough happiness

So, is it the true face of this life?
What kind of contribution that I can make in that kind of life?
I can't do nothing to prove my worthiness
Useless?

 


Friday, June 15, 2012

Chrono Cross

In order to survive, all living things in this world fight desperately and
devour those they defeat... Must one kill other living things in order to
survive? Must one destroy another world in order to allow one's own world
to continue? The wounded in turn wound and torment those weaker than they
themselves are... There are only the killers and the killed... The sinners
who are judged, and the victims that do the judging. What meaning is there
to such a world?

Chrono Cross adalah satu dari beberapa game yang memperkenalkan saya seni dalam bermain game bergenre RPG (Role-Playing Game), dan menurut pendapat saya pribadi game buatan square-enix ini adalah salah satu game RPG paling bagus yang pernah dibuat..

Pertama, dari segi gameplay dan cerita, Chrono Cross adalah salah satu yang terbaik, gameplaynya original, bukan setipe dengan FF, walaupun menggunakan turn-based juga, tapi pada kenyataannya sistem battlenya jauh lebih atraktif, rumit tapi tidak membingungkan. Disamping battle-systemnya yang unik dan ga bikin bosan, dari segi storylinenya, game ini juga bisa diacungi jempol, dengan banyaknya playable characters yang sedikit banyak memiliki pengaruh terhadap pengembangan ceritanya dan multiple-endings yang membuat penasaran para gamers yang memainkannya haha. Sebenarnya game ini ga sepenuhnya original, soalnya Chrono Cross ini merupakan sekuel dari game sebelumnya Chrono Trigger, meskipun faktor Chrono Trigger yang dibawa tidak terlalu signifikan. Yang saya sukai dari game ini adalah system "innate"nya selian itu game ini juga menurut saya memiliki tingkat kesusahan yang pas, beda ama FF yang kadang bossnya over-powered banget, selain itu banyaknya pilihan Playable-Characters nya membuat game ini menjadi tidak membosankan.

What was the start of all this?
When did the cogs of fate begin to turn?
Perhaps it is impossible to grasp that answer now,
From deep within the flow of time...
But, for a certainty, back then,
We loved so many, yet hated so much,
We hurt others and were hurt ourselves...
Yet even then we ran like the wind
Whilst our laughter echoed,
Under cerulean skies...

Kedua, adalah musiknya. Faktor lain yang membuat game ini dipuji oleh para kritikus adalah soundtrack in-game nya yang sangat indah. Bagi yang pernah memainkan game ini pasti ngerasa kalo Chrono Cross adalah salah satu game dengan background music yang paling mantap, seperti saya yang iseng-iseng nge-youtube tentang musik instrumental, eh ketemu playlist yang judulnya "Chrono Cross OST" begitu saya memainkannya, seketika memori-memori tentang game nya itu sendiri muncul, haha beneran waktu saya denger musik yang judulnya "Prisoners of Fate" saya langsung teringat kalo musik itu dimainkan waktu battle lawan miguel haha pokoknya yang semacam itulah, padahal ini game saya maenin pas masih SMA kelas 1, udah hampir 8 tahun!!, bagi yang ga pernah main gamenya pun ga masalah, soalnya musiknya benar-benar mendamaikan haha, coba denger pas lagi mau tidur dijamin ampuh dah!! ini beberapa musik instrumental karangan Yatsunari Mitsuda, Just listen it, the music is freakin soothing!! haha

Reminiscence

Time's Scar

Another Galdove

Masih belum ngerti caranya embed musik ke blog, jadi pake youtube aja haha, btw ini cuma 3 dari hampir 70 soundtracknya Chrono Cross, kalau mau denger yang lain silahkan klik Adaman120's Chrono Cross Playlist di youtube, hehe.
Sebenarnya saya juga ga tau kenapa pengen ngeposting tentang Chrono Cross, ahh~ rasanya seneng aja gitu mengenang game-game lama yang lebih bagus dari segi cerita n gameplay dibanding game-game sekarang haha, apalagi BGM nya asik buat didengerin kalo mau tidur hehe, tapi DotA masih lebih bagus kok :P


"There are two sides to every coin. Love and hate. Life and death. They are all the same"
- Lynx, Chrono Cross -

Thursday, May 3, 2012

Junk File #12

Tau ga salah satu hal yang dulunya paling tidak saya sukai hidup di dunia ini?

Menjadi orang yang berbeda!!!
Layaknya menjadi seekor itik buruk rupa ditengah kawanan angsa-angsa yang cantik,
Seperti menjadi seorang supir amerika ke inggris, yang bingung dengan aturan jalan di sebelah kiri,
atau kaya' sebatang kaktus yang tumbuh di negara yang dingin?

Bukan, rasanya itu kadang jauh lebih menyesakkan dari hanya sekedar hal-hal sepele seperti itu, memang, menjadi beda itu asik, eksklusif, dan pastinya akan dikenal semua orang, tapi ya itu, semua orang hanya mengenalmu karena kamu "berbeda" dari mereka, seperti seekor anjing hutan ditengah kawanan serigala, memang mirip tetapi jelas-jelas berbeda bukan?


Di daerah "A", mereka "menganggap" saya orang B yang tinggal di A dan begitu di B, mereka menganggap saya orang A yang tinggal di B, lalu sebenarnya saya ini orang apa? apakah perlu kita menetapakan aturan ius soli atau ius sanguinis ? hahaha,

but, it is real you know, the way your friends treat you and their other "same" friends is a bit different..

Hal ini bukan hanya tentang perlakuan itu saja, tetapi juga masalah agama, adat dan pola pikir, pernah ga kalian mendengar agama kalian dibicarakan di kelas? bahkan ada orang yang sampai membujuk kalian untuk pindah di saat kelas sedang berlangsung? atau orang-orang yang menertawakan dengan setengah menyindir ketika kalian tidak bisa melakukan hal yang lumrah untuk dilakukan oleh penganut agama tertentu? bukankah mereka berharap terlalu banyak untuk seseorang yang bahkan hanya menghabiskan tidak sampai 1/7 hidupnya di kampung halaman? bahkan pola pikir pun bisa jauh berbeda, dan itu tentu saja membingungkan..

Tapi, memang menjadi beda itu memberikan banyak hal untuk dipelajari, kita mendapatkan pola pikir yang beragam, tentang bagaimana rasanya menjadi "golongan tertentu" haha, yah tapi kadang kesel juga sih, saat saya berusaha keras untuk menemukan beberapa persamaan yang saya miliki dengan orang lain, tapi mereka yang sudah "sama" justru malah berusaha mencari perbedaan haha, aneh ya? saya bener-bener ga ngerti... tapi memang kalau dunia ini semua sama, jadi ga menarik kan? dan lama kelamaan justru saya bersyukur saya diberi kesempatan untuk merasakan hal-hal seperti ini, dan sebenarnya yang saya takutkan adalah bukannya menjadi berbeda, tetapi saya khawatir jika nantinya saya ga bisa memenuhi ekspektasi beberapa orang.

Yah, lagi-lagi pikiran saya ini ngelantur ga jelas di tengah malam, tapi memang beda itu indah kok, pelangi aja jadi indah karena spektrum warnanya yang beragam kan? coba kalo merah semua? haha,,
wes lah, namanya juga sampah, cuma perlu dibuang aja, ga usah dipungut lagi, dan itung-itung bisa membantu ngilangin nih insomnia malam ini hehe..

"You'll never walk alone!!!"
- Liverpudlian's Tagline - 

Wednesday, April 11, 2012

Junk File #11

Dan lagi, saya menyampah, apa diganti aja ya nama blognya jadi "Tempat Sampah" haha,

Actually, there's nothing really wrong happened this day, it just, I really enjoying doing nothing today haha, I started to feel bored living this routine life, even today, when I have nothing to do in the workplace, I have no idea what should I do, I dont know what site to browse, I dont know what game to play, even I dont know what to talk haha, and in the end I just playing epicmafia unexcitedly..

Besides, this day, I lost my desire to listened to what other people saying, I feel like this head is already full of other people's stories, full of unimportant analysis, full of unrealistic expectations, until a point where all of these things are mixed up and I can't filter it to find what really belongs to me..

Today I just hate mainstreams, I just hate the heavy traffics two annoying things that we--Indonesians are really "Great" at haha , Mainstreams, actually it is really useful but I've never liked it, people are really enjoyed being a mainstreamers--me too sometimes haha, when something "happening" is "happened" we just seems like getting an energy out of nowhere to always follow that "happening" news to always keep "telling" everybody about it, haha here it comes the skepticism :P

Nah, dont get me wrong, actually I love listening to someone else's problem, cause it always gives me  something to learn from, Im also a mainstreamer, cause sometimes it sucks to be different you know, haha it is just I need to throw this "shit" out of my head so that, later, this head will be clean, and ready to be used again haha..


Thursday, April 5, 2012

Me?

I have a very internal focus. I think I look at myself through other people’s eyes, but sometimes I can lose touch with how things work for me. Then I can get introspective, going very deep and staying there, not coming out too quickly or easily. Somehow I find it very difficult to put into words and communicate the things that really matter to me. Most people don’t have the foggiest notion about what goes on with me.

I like harmony and seek consensus and do well with the deep issues. My values and the things that are important to me often feel outside the mainstream in the sense that I feel impinged upon and uncomfortable with so much of what goes on. I’m too private to push my values on to other people, but I am convinced that one ought to be congruent in their own life if they are going to expect congruence from others. In a sense I hold other people to that standard, and I worry about my own incongruities, inconsistencies, and contradictions. Groups can be hard. I can put myself in the group process so rapidly and so completely, and it’s important not to get sucked in. I need to be predictable about what I believe.

I am a global thinker and I like to learn interactively. My thoughts need to be connected with some person or value. On reflection, don’t all thoughts have to be connected to something? I feed new information into other things I’ve read and my thoughts, and I can have a marvelous time just sitting with ideas. And I like to discuss or write things because I seem to have a lot in my head and I’ve got to get it out. I love bringing together different eclectic ideas and seeing what’s similar. I like to have my own ideas, hear others ideas, and have ideas challenged, bantering back and forth. Chitchat has no interest for me. I tend to do a lot of mental rehearsal and play in problem solving, and the fun part is figuring out how to do something. Motivation comes when something has real meaning or value for me, and while I enjoy ideas I don’t like having my values challenged. 

For me, asking questions is just a different form of being quiet, a way to explore an inner thought stream or check out of reality and back into my thoughts. Sometimes I chuckle at myself that there is really no sequential way that I work though tasks




I’m concerned about how others feel when they are around me. Lack of honesty or ethics or integrity in interactions—when someone is saying one thing but doing another—really puts me off. So does when someone doesn’t honor, or accept as valid, my communication or feeling as I try to talk to them about something that matters to me. And I don’t need to talk about myself. I don’t enjoy it. Sometimes I’m frustrated trying to communicate, and sometimes a metaphor or a joke or a story is a way to effectively express myself so what I’m saying can be heard by someone who hears or experiences things differently.    

I don’t know what I am going to do next, but I trust in myself that something will come in as a new idea, with challenge and inner meaning. Whatever it is, it will be right. Although I would never actually say it, it feels as though I am grounded in the very being of who I am when I talk like this.

 Source : INFP's Point of View

"Advice is what we ask for when we already know the answer, but wish we didn't"
- Erica Jong -  

Sunday, March 25, 2012

Junk File #10

Udah lama ga nulis tulisan sampah, haha ga ngerti juga bahkan nyepi udah lewat 2 hari masih kepikiran hal kayak gini, kali ini sampahnya adalah diri saya sendiri karena ga ngerti apa-apa tentang sesuatu yang seharusnya saya pahami 100%.

agama, saya sering sekali berfikir bahwa saya adalah salah satu umat yang sangat tidak taat, saya masih belum mengerti beberapa hal tentang agama saya sendiri, bahkan saya tidak yakin saya memahami 1/10 dari upacara Hindu yang termasuk  3 kerangka dasar selain tattwa dan susila..

*agama itu ga butuh logika, tapi entah kenapa saya sukar menerimanya, saya ingat waktu tingkat 2 di STAN saya disuruh menjadi pembicara di acara pesantian (seperti bimbingan rohani) di gedung D, dan sadar akan kemampuan saya, saya memilih menjadikannya sebagai ajang diskusi, dan materinyapun sangat amat sederhana, yaitu mengenai Tri Sandhya, dan saya mengajukan pertanyaan, kenapa bija diletakkan di dahi, tenggorokan dan ditelan? kenapa posisi tangan saat "asana" harus begitu, mungkin pertanyaan bodoh ya, tapi jawaban apa yang saya dapatkan? intinya jawaban yang saya khas bali banget yaitu "nak mule keto" dan ada yang berpendapat yang penting niatnya kita sudah baik, masalah tata cara itu ga masalah, nah, bagaimana saya bisa meresapi ibadah kalau saya ga ngerti apa makna dari melakukan semua itu? lalu kalau cukup dengan niat buat apa di Bali ngelaksanain upacara yang bahkan menghabiskan biaya yang tidak sedikit?

*agama itu sifatnya personal, saya mendapatkan kalimat ini dari blog yang mampu membuat saya berfikir ulang mengenai proses bhakti kepada Sanghyang Widhi dan esensi dari agama itu sendiri (saya lupa linknya nanti dicari lagi), agama adalah hubungan personal kita dengan Tuhan, seseorang ga bisa dan ga ada alat yang bisa ngukur seberapa besar rasa "bhakti" seseorang kepada Tuhannya, tapi kenyataannya, mindset kebanyakan orang itu mengukur tingkat keimanan seseorang dari kerajinannya melakukan ibadah, atau keseringannya mengunjungi tempat ibadahnya, ga salah memang, menjadikan itu sebagai patokan, tapi kesannya terlalu menilai dari "luar" ga sih? haha maksudnya mungkin dia rajin beribadah, tapi kalo tingkah lakunya ga bener gimana? dia sering ke pura tapi tujuan utamanya bukan untuk ibadah? atau dia rajin tri sandhya tapi kesehariannya mabuk-mabukan dan bertingkah laku tidak benar? masihkan dibilang berbakti?

daripada makin nyampah langsung penutup aja haha, kesannya mungkin saya mencari alasan atas kemalasan saya beribadah, haha saya ga perlu pembelaan, saya akui saya ini ga tau apa-apa soal agama, tapi kadang doktrin-doktrin tentang agama yang ga jelas maksudnya apa, atau persepsi umum masyarakat tentang agama itu bikin saya kesal sendiri,

ini agama saya, ini kepercayaan saya, ini cara saya menjalankan perintah agama saya, selama saya melakukan kewajiban beragama saya dan selama saya menahan diri dari larangan-larangan yang ada fine-fine aja kan? kalau memang saya menyalahi ajaran agama saya tolong dinasehati dengan benar, jangan dengan doktrin-doktrin yang ga jelas asalnya darimana, dan biarkan saya membangun hubungan personal dengan Tuhan saya dengan cara saya sendiri karena beragama dan menjalankan ibadah itu hak asasi setiap manusia kan? udah diatu di UUD 45 juga kan? haha.

"God has no religion"
- Mahatma Gandhi -

Tuesday, March 20, 2012

Rain--The Feeling of Tranquilty

Haha, mello banget ya judulnya? yah ada kalanya saya menjadi orang yang sangat melankolis, apalagi di detik ini, saat saya duduk menyandarkan badan saya ke tembok, sambil mendengarkan suara hujan yang entah kenapa terdengar sangat mendamaikan, ah seandainya saja saya mahir memainkan alat musik, mungkin waktu seperti ini yang paling syahdu untuk memainkannya.

Sendirian, ya seluruh anggota keluarga saya yang lainnya, sedang berada di ruang keluarga, menonton TV sambil tidur-tiduran haha, saya selalu punya kebiasaan untuk menikmati waktu saya sendirian, ga tau juga kenapa, di kosan juga gitu, mungkin itu salah satu alasan kenapa saya betah ngekos di utan kayu walaupun lumayan jauh dan mahal.


Saya akui saya sering banget ngeluh waktu sendirian, ngerasa kesepian lah, ga tau harus ngobrol ama siapa lah, intinya butuh temen lah buat diajak kemana-mana, tapi ga jarang saya ngerasa "nyaman" atau "damai" saat sedang sendirian menikmati suatu aktivitas, misalnya aja dulu pas di hotel mojokerto, berenang sendirian (bener-bener sendiri ga ada tamu bahkan penjaga kolamnya), atau waktu di pulau lengkuas, saya sengaja "menjauh" dari yang lain dan menikmati angin laut di atas sebuah batu sendirian, atau waktu di asrama KNPK, saya berjalan santai bolak-balik asrama-gerbang depan sendirian, hahaha emang rada ga jelas kalau yang ini. Intinya ya, ga selamanya sendirian itu menyedihkan, ada suatu kesan tersendiri yang saya dapatkan ketika saya menikmati hembusan angin laut, bersantai di kursi renang, atau mendengarkan suara hujan sambil memainkan imajinasi yang ada di pikiran saya.

Dan hujan memang menghalangi rencana saya untuk jalan-jalan, tetapi bukankah kita semestinya bersyukur Tuhan masih mengizinkan kita untuk mendengarkan dan menikmatinya?

"a rainy day is the perfect time for a walk in the woods"
- Rachel Carson -

Monday, March 12, 2012

Age : 23

Kayaknya udah lewat seminggu nih postingannya haha,
kata orang Bali, ulang tahun ke-23 itu salah satu yang spesial, sebab katanya tanggal ulang tahun masehi kita bakalan sama dengan tanggal otonan (hari ulang tahun bali) tapi kenyataannya otonan saya jatuh tanggal 11 Maret ga tau juga kenapa prediksi orang-orang bisa salah.,

Sekarang saya sudah berumur 23 Tahun, ini udah 1/3 angka harapan hidup orang Indonesia, haha dan saya ga tau apakah selama setahun ini saya sudah memberikan manfaat bagi orang di sekitar saya, yang jelas saya bahagia, keluarga dan beberapa teman dekat saya ingat akan hari ulang tahun saya, sebenarnya mereka ingat aja, itu udah lebih dari sekedar cukup bagi saya, walaupun ga ada kue atau hadiah di tahun ini haha

Saya senang, di hari ulang tahun saya, saya bisa menikmatinya dengan teman-teman kantor, bahkan rencana donor darah pun bisa dilaksanakan walaupun molor 1 hari haha, dan saya sangat berterima kasih diberikan keluarga yang sangat perhatian, teman-teman yang menyebabkan saya tidak pernah menjalani semua hal di kantor dan di luar kantor sendirian, serta kesehatan dan kesejahteraan yang tidak pernah kurang selama 23 tahun saya hidup di dunia ini..

Tolong selalu ingatkan saya untuk selalu ikhlas dalam mengorbankan segala sesuatu yang saya miliki, dan satu hal yang saya minta, selalu ajarkan dan ingatkan saya untuk selalu bersyukur, karena bersyukur itu adalah pondasi untuk mencapai kebahagiaan haha serta saya harap Tuhan bersedia membimbing jalan saya, mengajari sebenarnya apa sih tujuan saya dilahirkan di dunia ini? itu juga satu misteri yang sampai sekarang masih belum bisa saya pecahkan..

Finally, Happy Birthday to me! haha grow up dude! there are still many things to learn about this life! be tough! and don't forget to always be sincere, sacrifice, and grateful! :)
 
"The mind acts like an enemy, for those who do not control it"
- Bhagavadgita - 

Friday, March 9, 2012

Lesson 3 : Luck


nothing happens by chance, my friend...No such thing as luck, A meaning behind every little thing, and such a meaning behind this. Part for you, part for me, may not see it all real clear right now, but we will, before long

I hate Friday, my unlucky times usually happen in this day
untung aja bukan tanggal 13, kalo iya bisa-bisa jadi Friday the 13th (malah jadi judul film) haha, kata orang sih yang namanya keberuntungan itu ga ada, cuma sebatas sugesti pikiran positif aja, tapi harus saya akui saya pernah bertemu beberapa orang yang sangat hoki, dan beberapa orang lainya yang sepertinya terus-menerus mengalami kesialan. Misalnya saja ardana, teman SMA saya, saya masih ingat waktu ada doorprize acara ulang tahun sekolah, dia dapat hadiah kompor gas kalo ga salah, terus ga sampe seminggu, kami ikut jalan santai yang diadakan bupati tabanan saat itu, dan lagi-lagi dia dapat doorprize dan kali ini ga tanggung-tanggung, sebuah sepeda motor, waktu itu saya masih tipe yang antipati dengan yang namanya hadiah undian "alah, paling ga dapet" begitu biasanya yang saya katakan atau setidaknya yang saya pikirkan ketika pengumuman tentang doorpize mulai dibacakan, karena memang sepertinya saya ga pernah hoki masalah hadiah-hadiah semacam ini haha.

Bicara masalah keburuntungan, tak sedikit orang yang menjadikan "luck" ini sebagai alasan atas kesuksesan orang lain, atau pembelaan atas kegagalan diri sendiri, kalimat seperti "emang lagi hoki tuh anak" "gw kalah hoki ama dia" atau kaya' "lagi sial banget nih gagal mulu" bukan hal yang jarang kita dengar sehari-hari, bahkan sayapun termasuk yang sering mengucapkannya, mungkin ada benarnya beberapa orang terlahir sebagai manusia yang beruntung, tapi kadang ketika kita melihat kesuksesan seseorang dan mengatakan bahwa mereka beruntung itu ga bener sepenuhnya, kita ga tau kan proses yang dia lewati untuk sukses seperti itu? ini masalah hoki, nah kalau "alibi" kesialan justru lebih sering kita dengar, seperti saya yang hari ini sering mengkambinghitamkan kesialan atas beberapa kejadian "kurang menyenangkan" yang saya alami.

Ketika pagi tadi lampu kamar mandi saya ga bisa idup walaupun ga nyampe sebulan yang lalu saya ganti yang baru, saya bilang itu sial, lalu di kantor saat kerjaan banyak dan orang yang ada sedikit, dan ditambah dengan printer-printer yang "berulah", lagi-lagi sial, lalu ketika porto saya hijau dan belum sempat menjualnya kemudian 10 menit kemudian tiba-tiba merah, damn ini yang paling sial haha, dan akhirnya keinginan saya untuk bermain dota menghilangkan stress atas segala kesialan saya hari ini, ternyata menjadi boomerang yang justru menambah kekesalan saya, akibat lebih sering kalahnya ketimbang menang :hammer: hahaha,, dan kemudian berjalan sedikit gontai (lebay) keluar kantor yang masih hujan rintik-rintik, membayangkan angkot yang bakalan ngetem setengah-jaman di senen, dan metromini yang udah ga beroperasi jam segitu, semakin membuat saya kesal dan malas pulang ke kosan, untungnya tiba-tiba suara badak yang memanggil dan menawarkan tumpangan motor kepada saya benar-benar mengubah malam ini haha, saya jadi berfikir sebenarnya banyak juga keberuntungan yang saya alami hari ini, seperti ovin yang membawakan beberapa potong kue dari hotel, atau ruangan yang sepi, membuat saya bisa bekerja (baca : browsing) dengan lebih tenang, atau teman-teman seperti fathi dan thata yang menawarkan untuk ikut mendaftar ke perbanas, yang membuat saya mengerti perbedaan antara STIE-perbanas dan STIE-Rawamangun padahal sebenarnya saya masih malas kuliah, bahkan hari inipun akhirnya saya bisa kembali menikmati 1 1/2 porsi sate padang yang dari sebelum ke belitung udah pengen saya makan haha

Disini saya mengerti maksud bahwa keberuntungan itu hanyalah sugesti, hoki itu mirip dengan bersyukur, bagaimana cara kita melihat dan menerima suatu peristiwa aja, tapi pure-luck itu memang ada, orang yang ga berusaha tapi sukses, atau orang yang tekun tapi gagal ga sedikit kan? yah cuma Tuhan yang tahu haha, at least I can say : "I'm lucky, because my unlucky day is just the day before weekend haha" coba sialnya di hari selain jumat, bakalan malas ke kantor bukan? hehe...

"Luck is what happens when preparation meets opportunity"
- Seneca -

Sunday, February 5, 2012

Junk File #9

Oh God, forgive me for whining again, forgive me for not being able to face my problem alone, even I think it isn't a problem, it is just my bad habit of keep thinking about something too seriously..

When I wish I was a different person, I know that it means that I am not grateful for what I've got, not grateful for what You give me until now, and that is absolutely wrong, I knew it God,
but I just need to tell it to "somebody" or maybe "something" in order to make me feel better and relieve..It is about hesitation, it is about non-assertiveness, all things that makes me difficult to truthfully show my reactions or expressions about something..

I wanna be a straightforward person, when I see some of my friends annoyingly doing something, I just wanna scream "shut up" in front of their faces, "shut your mouth!" or something like that, yes it is true, I really wanna do that sometimes, but I just can't, Im afraid it will worsen our relationship, I always want people to look me as a good person, as a "friendly" person, I hate when there's a person who hates me. Yeah, it works btw, I got a lot of friends, I rarely have an enemy, rival, or something, but the downsides? There is rarely a person who really understand me, and I can't really express
myself, sometimes, I just too care of my images from others' view, I don't want to really looks "bad" in other person's view..


I called it the "art" of paraphrasing, which is the way I always use to communicate what I feel or want by telling something indirectly, in order to keep my "good" image haha,but sometimes it backfires me, I can't defend myself properly when everyone's blaming me for a mistake that I didn't do, it is one of the worst feeling you will get when you keeping your "image" good, besides, I rarely get something that I 100% wanted cause I always consider someone else's desire.. but, the good is, by doing that I can always prevent doing something alone, at least I can do it with a friend, yeah that's cool right? hehe..



anyway, it was really not a problem, wasn't it? I know my problem, I know how to solve it, I know what I must do to change it, it is normal, I am sure most of people also know how to solve their problem,, it is just some people really need a support from their family or friends or they just need a place to share their problems, and some other are quite tough to face their problem alone, but Im not that tough, and in
the other side I just embarrased if I tell someone about this, it just makes me look like a 10 years old boy who can't handle his problem himself, then the solution is to write it here where no one will see my expression when I write it hahaha..


" But if you never try you'll never know, Just what you're worth"
- Coldplay, Fix You -

Thursday, January 26, 2012

Part of Life : DotA

Defense of the Ancients

It has been my 7th year playing this multiplayer strategy-rpg game..
playing this games for that long period of time must have been change the way I behave, it affects how I socialize with others, it affects my perception of taking an information and how I express my opinion, furthermore it also affects skills and abilities that I've learned, that I wanted to learn, and also skills and abilities that I don't have or I don't want to learn...


DotA, as so many other popular games, has a really bad "image" in the eye of non-gamers, parents, and teachers, even the gamers themselves, including me, realized this fact.. but it is true that game is like a nicotine, game is like an alcohol or drugs, it has the addiction effect on you, that force you to have a great will to be able to resist the temptation of playing it.. and therefore, can we make a conclusion that gamers are just like smokers, alcoholics, or drug users are all weak-willed people? I must say that IMO, the answer is absolutely "no", some people have their own reason to keep playing games, to keep smoking, and to keep drinking alcohol, even in facts that they already know the bad effects of that habit,

Personally, I know I'm really addicted with playing DotA, and even I'm already 22 years old, I still playing it, and you know what? I also play it in my workplace, haha, didn't it make me seems like a bad person huh? Yeah, yeah, games are Venomous, games are poisonous that what most people said to me when they see me playing DotA, but it is true game is a toxic, it brings so many bad effects on me which is :
Addiction
I am addicted to DotA, yeah, I just don't know, it's really tempting for me, this game is like keep calling me to turn-on my PC or laptop, and start playing it, the first time I played this game, is when I was a 2nd grade-student in my Senior High School.. at that time, we were really not so addicted with this game, but when we start to understand the gameplay of that game, we started to get addicted to it, the peak of addiction was actually happen in our 3rd grade, when we have a spare time, between the regular school time and additional UN-prepared time, we always visit a gamenet that 5 minutes away from our school, but fortunately, we can control ourselves and hence we pass the exam with an exceed expectation marks, since we diligently studying together at that time. When I spent a month in ITS Surabaya, I never played this game again, and until I got accepted in STAN, I started to play again hehe, I am a type of person that is quick to understand but having a bad motivation to keep it good, I always perform outstandingly in my early years of study, and begin to sink in the middle years, and start to "bounce" again in the last period, therefore even I started to play DotA again, but I rarely done it, maybe it only 2-4 times a month (excluding solitary games, which is far more boring than battlenet), and when I become a 2nd grader, I started to over-played this game, it is really the time when I got "alienated" when I feel like I have my own realm, the time when I realized that people around me are having a hard time just to trying to "greet" me..

Something that is too "overly-done" is never been good, I spend too much time and money for playing, I started to get a B- mark, I am having a hard time socializing with friends and family, I begin to forget about priority, and the worst is, I even forgot to take care of myself, which is really pathetic, all of this are the effect of addiction.. I really grateful some people still reminds me about this, and it's time to gradually reduce the frequency right?

but talking about DotA, the effects are not always negative, I really got something useful from this game, people said, games increase your ability to think n react fast, it exercises your brains, it teach you how to mixed logic and creativity at the same time, it teaches you about teamwork, it teaches you about some computer and internet stuffs, it teaches you some rarely used vocabulary, and even DotA teaches you to respect others non-verbally, since it is an online games, games is always brings good for people who know how to use it, but in most cases, the addiction effect significantly beat the good one, people start to forget socializing in "real" word, start to yelling, flaming other players freely, forget to exercise their physical body, forget their lessons in school, forget their "real-world" friends, ignore their family, yeah, what is comes up is always the bad effects right?

And, so, should I stop? to 100% stop is really takes a long time, since DotA always giving me something that nothing is this real world gave me, it gives me the pride, since it is the only thing that I do great, something that I do better than most of my friends, something that most people admitted that I did really great at.. I was really bored to see or look at testimonials from my friends about me since my senior high school time, they always said that "He's calm" or "He's quiet person" or "He's Tall" or "He's Balinese" and even some testi like "He's smart",, wtf, smart? I never want to be a nerd really, Tall? isn't that obvious? Balinese? oh come on, did I always got attention because of that "difference"? I really grateful no one ever said "He's Hindu".. I just really want someone knows my inner-side, or at least praise me sincerely, that praise is something that I only go in DotA praise that is means lot more than a prize...


Haha, sharing something like this is always makes me relieve, and on the topic, I should've grown up, and I know, I should begin to reduce my gaming frequency, I hope that I can do it, good luck dude, hehe..


"do not over-analyzing, life is simple"
- The Holstee Manifesto, Lifecycle Video -