Not all scars show, not all wounds heal. Sometimes you can't always see, the pain someone feels

- -

Monday, July 23, 2012

The Dark Knight Rises


Because some men aren't looking for anything logical, like money. They can't be bought, bullied, reasoned, or negotiated with. Some men just want to watch the world burn


Yak, baru saja tadi selesai nonton ni film, dan menurut saya ini adalah salah satu film terbaik yang pernah saya tonton, memang temanya tentang superhero, tapi saya mendapatkan lebih dari sekedar suguhan action di film ini, bahkan unsur emosinya lebih menakjubkan dari beberapa film drama bagus yang ada.

TDKR, diawali dari prekuel sebelumnya The Dark Knight, yang mana dikisahkan si Batman ini nyuruh pak gordon buat bohongin masyarakat gotham, kalo si harvey dent itu orang baik-baik, dan si batman lah yang bunuh si harvey, supaya rakyatnya bisa lebih mandiri, dan punya panutan seorang "pahlawan" yang bisa dijadikan contoh, nah upaya itu kebukti berhasil, selama hampir 1 dekade gotham jadi mandiri, ga butuh batman lagi, kriminalitas menurun tajam. Nah, semua berlangsung lancar sampai si Bane ini muncul, membawa misinya Ra's-al-Ghul buat membumihanguskan gotham, nah hal ini membuat si Batman ngerasa perlu "campur tangan" lagi biar gotham teteap damai, walaupun tau masyarakat gotham pada ngincer doi, karena dianggap membunuh "pahlawan" mereka, walaupun ada satu-dua orang yang ga percaya hal itu.

Yang membuat saya kagum dengan film ini, adalah cara si nolan ngeliatin perkembangan emosi hampir semua karakter utama dan karakter pembantu yang ada di film ini, memang ga ada yang aktingnya sekeran Heath Ledger, atau ga ada spesial efek sekeren transformers, atau jalinan asmara yang intens kayak peter parker dan gwen stacy. Nolan menceritakan mulai dari emosi, percintaan, action, drama, semuanya dengan waktu yang sedikit tapi sangat berkesan.

Bruce Wayne misalnya, disini diperlihatkan betapa altruistic nya seorang Bruce dan Batman, betapa kesalnya ketika ia tidak mampu mengimbangi Bane, atau seberapa marahnya dia, ketika sidik jarinya disalahgunakan oleh Dagget, seberapa sedihnya dia begitu mengetahui fakta tentang Rachel, dan masih banyak sekali pengorbanan yang dia lakukan, yang walaupun sekilas terlihat untuk menolong orang lain, padahal sebenarnya tujuan utamanya adalah untuk membuat dia berhasil mengatasi konflik internalnya.

Atau Komisioner gordon, yang hidup dengan kebohongan selama 8 tahun, disaat dia diberikan dua pilihan layaknya buah simalakama, atau Blake, yang sepertinya menjadi cikal-bakal lahirnya Robin yang terkenal dengan temperamennya yang mudah meletup, atau Selina, seorang miskin yang mengambil harta orang-orang kaya, yang selalu menipu, berkhianat, dan pada akhirnya "luluh" akibat keteguhan dan kepercayaan si Batman, atau Bane dan Miranda, dua sejoli yang saling menyayangi yang dibesarkan di tempat yang sama, Hell-on-Earth yang membentuk karakter mereka, hidup dalam bayang-bayang kekerasan, atau bahkan perasaan seorang Alfred, yang begitu menyayangi si bruce, yang merasa gagal memenuhi tanggung jawab yang diberikan oleh majikannya.

Bahkan dengan durasi yang "hanya" 164 menit, Nolan mampu menyuguhkan pengembangan karakter banyak sekali tokohnya, flashback ke masa lalu yang singkat, tetapi sangat berarti, film ini banyak sekali mengajarkan dan memberi kita contoh, bagaimana karakter seseorang itu sangat dipengaruhi dengan lingkungan dimana dia dibesarkan, dan nolan tidka lupa menyuguhkan action yang lumayan seru, dengan "gadget" canggih terbaru si Batman, haha

Pokoknya mantap lah film ini, highly recommended, 9,5/10

"Pain, builds character"
- Queen of Pain -


0 comments:

Post a Comment