Not all scars show, not all wounds heal. Sometimes you can't always see, the pain someone feels

- -

Thursday, March 10, 2011

DTSS Transfer

Selama magang di subdit PDRD I, momen ini begitu saya tunggu-tunggu untuk datang dan menghampiri saya.. ya, saya merasakan sedikit perasaan tidak betah selama magang dan bekerja disini, bukan karena pekerjaannya yang sulit, bukan pula karena kebosanan yang saya alami dalam membuat berpuluh-puluh matriks selama ini, tapi penyebabnya yang paling masuk akal adalah kenyataan bahwa hubungan antara kasi dan pelaksana di subdit ini tidak terlalu menyenangkan untuk diperhatikan haha..

Saking ga sabarnya saya untuk menuju diklat, minggu pagi saya sudah berangkat dari kos-kosan ke asrama pusdiklat PSDM, kali ini saya tidak mengulang tindakan bodoh untuk ke bintaro melewati lebak bulus haha,,

sekitar jam 1 saya sudah berada di asrama PSDM, di sebuah papan pengumuman kecil yang terbuat dari kayu, terpampang pengumuman pembagian kamar, dan saya memperoleh kamar 113 bersama eben,, pintu masuknya tertutup sedemikian eratnya, sehingga saya sempat berfikir apakah pintu ini masih terkunci dan belum ada satupun peserta diklat yang datang. dengan sedikit ragu saya mendorong bagian sebelah kanan pintu itu, voila! pintu itupun bergeser ke depan, memperlihatkan kepada saya beberapa kamar berjejer dan dipisahkan oleh suatu ruang nonton yang tidak terlalu besar untuk menampung semua peserta diklat.. di ujung ruang nonton itu, terdapat jemuran yang cukup panjang, yang sepertinya akan menjadi tempat meletakkan laundryan yang sudah selesai.

Pandangan saya menyapu seluruh ruangan berbentuk persegi panjang tersebut dengan banyak sekali pilar-pilar yang menyangganya dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya, namun tetap tidak ada tanda-tanda yang mengisyaratkan bahwa ad orang di gedung ini, bahkan meja yang terbuat dari kayu yang baguus, yang terletak tepat di sebelah kanan pintu masuk pun tidak ada yang menjaganya, padahal saya sangat yakin, meja itu diperuntukkan bagi seorang satpam penjaga.

masih dengan sedikit kebingungan, saya mulai menyusuri koridor di asrama ini dan tidak memerlukan waktu yang lama bagi saya untuk melihat sebuah papan kotak kayu tertempel di sudut tembok tepat setelah saya berbelok ke kanan, di papan itu terdapat banyak sekali pengait2 berbentuk jangkar mini yang berfungsi untuk menggantung kunci-kunci kamar asrama, untuk membedakan tiap-tiap kuncinya, tepat diatas masing-masing pengait diberi nomor (yang saya yakin berasal dari sobekan kalender) sesuai 2 digit terakhir kamarnya.

Segera saya meraih kunci kamar nomor 13 dan langsung berbegas membuka pintu kamar tersebut, WOW! freaking awesome! begitulah kesan pertama saya melihat kamar diklat kali ini, lebih luas, rapi dan nyaman dibandingkan dengan apa yang ada di pusdiklat KNPK, daripada mendeskripsikannya dengan kata-kata ada baiknya melihat fotonya sebagai berikut haha :







Begitu memasuki kamar ini, seketika ada sesuatu yang menghipnotis saya untuk tidur siang sejenak sambil berharap mudah-mudahan ada sesuatu yang bisa saya dapatkan di diklat kedua ini :)

"Belajar itu hanya untuk pemula"
-Wili Setyo Nugroho-

2 comments:

wili said...

eh masang quote ga bilang2, haha

Nikki Wirawan said...

wew,, wew,, kok bisa tau ada ini blog??

ckckck haha, abisnya quotenya menjengkelkan banget jadi keinget terus haha,, izin yah :p

Post a Comment