Not all scars show, not all wounds heal. Sometimes you can't always see, the pain someone feels

- -

Monday, December 5, 2011

Awkward Award

I honestly said that it is clear that recently, I become a really awkward person to be talked or interacted with, I just can sit down or walk or standing in front or behind or beside or even adjoin to each other without saying any single word or discussing any topic for a quite long period of time.

It usually happen in form of three cases, first, in a place where a large group of people are gathered and discussing something that is funny/happening in a very informal way, but suddenly when that group of people start to discuss the main reason why they are gathered in a quite formal way, the moment of awkwardness is completely gone.. second, it is often happened when I'm with someone I close with, for example my Father or my older brother, i don't know, it is feel so hard just trying to say "What's up?" or "How is it going?" when we personally talk or meet, or when I'm with some of my friends, I don't know what topic to discuss with them, although they already open the conversation by discussing something that I really understand or know,, third the awkward moment usually happen when I meet specific type of person, maybe that person is someone that I admired, perhaps I'm 100% really don't know her/him and there are really nothing that connects us, or it is not impossible that the person is someone that I really uncomfortable with since the beginning haha.

Yah, I can only say sorry, and hope that they are understand it, btw, making this post is a kinda awkward moment too hehe..

"There isn't a person alive who knows everything about himself. You can't always know what's right or wrong"
- Reid Hershell, Tales of Destiny II -

Thursday, December 1, 2011

Only Human

kenapa saya suka sekali mempertanyakan segala sesuatu yang terjadi..
terus-menerus mengkritisi sikap dan perbuatan orang lain..
yah namanya juga manusia, masih perlu banyak belajar..
pasti itu alasan yang keluar dari mulut saya..
haha we're only human right? :p

Only Human (Jason Mraz)
A squirrel in the tree is he watching me
Does he give a damn?
Does he care who I am?
I'm just a man, is that all I am
Are my manners misinterpreted words or
only human?
I'm human
Murderous crow, hey what you know
What you reading about, what you hold in your toes
Is that a twig, are you a dove of peace
A black dove undercover, with another
puzzle piece
Are you a riddle to solve all along?
Or am I over thinking thoughts of human after all
Only human
Made of flesh, made of sand, made of human
The planet's talking about a revolution
The natural laws ain't got no constitution
They've got a right to live their own life
But we keep paving over paradise
'˜Cause we're only human
Yes we are, only human
If it's our only excuse do you think we'll keep on being only human
Yes we are, yes we are
Only human, only human, only human
So far, so far..
Up in the major's tree, the one he planted back when he was just a boy
Back in 1923
Thirty meters and a foot, take a look, take a climb
What you'll find is the product of a seed
The seed is sown, all alone
It grows above, with a heart of love
Sharp and shelter of the animals of land and cold weather breathing
We're all breathing in
The planet's talking about a revolution
The natural laws ain't got no constitution
They've got a right to live their own life
But we keep paving over paradise
'˜Cause we're only human
Yes we are, only human
If it's our only excuse do you think we'll keep on being only human
Yes we are, only human, only human, so far, so far
And this place it will outlive me
Before I get to heaven I'll climb that tree
And I will have to give my thanks
For giving me the branch to swing on
If I ever fall in love
I'll have to give myself a baby
I will let my children have their way
'˜Cause we're only human, yes we are
Only human, so far, so far


Welcome december 2011, last year I talked about resolution, and up until now I've never planned any resolution yet haha..


"I’m using my left-brain and I’m righting all my wrongs"
- Jason Mraz, Clockwatching -

Wednesday, November 30, 2011

Respect?

"aku adalah engkau, engkau adalah aku, aku dan engkau adalah sama"

adalah salah satu definisi kasar dari Tat Twam Asi, salah satu slogan terkenal bagi kami umat Hindu yang mengajarkan bahwa semua makhluk hidup di dunia ini adalah sama, baik saya, kamu, maupun mereka adalah tidak berbeda dimata Tuhan,

namun mengapa beberapa orang selalu bertindak seolah-olah mereka lebih tinggi daripada teman-temannya? dan selalu mendominasi seolah-olah kedudukan mereka jauh berada lebih tinggi?

lagi-lagi perjalanan saya ke jogja, memberikan saya sebuah pertanyaan baru yang harus dijawab, saya masih belum paham, apakah memang saya terlalu naif sebagai manusia, apakah ekspektasi saya terlalu tidak masuk akal, ataukah memang pola pikir saya masih sangat ketinggalan jaman, yang jelas walaupun saya menikmati jalan-jalan dan acaranya, tetapi saya benar-benar tidak menikmati obrolan yang terjadi di luar acara dan jalan-jalan tersebut..
ketika kita diberikan suatu kesempatan untuk dapat berkumpul ber-30, kenapa kesempatan itu tidak dimanfaatkan dengan maksimal? yah begitulah, rasa tidak enak mulai muncul saat kami menunggu kereta di stasiun, saya mendengar 1-2 orang mulai memperbincangkan hal yang sama, yah yang ada kaitannya dengan acara pernikahan hepy (alasan kami datang ke jogja).

begitu memasuki kereta dan duduk di tempat masing-masing, obrolan tentang topik yang sama berlanjut bahkan semakin banyak saja yang nimbrung, puncaknya terjadi setelah kami pulang dari tempat hepy, di penginapan bahkan lebih 1/2 dari kami berkumpul di teras depan rumah sambil ngakak menertawakan seseorang teman kami yang masih dalam topik pembicaraan yang sama, dan lagi-lagi sampai perjalan balik ke jakarta pun mereka masih membahas topik yang sama..

bercanda memang bumbu sebuah pertemanan, ketika seorang temanmu mulai menyindir sesuatu tentangmu itu adalah hal yang sangat wajar terjadi, karena memang harus diakui dengan cara seperti itulah keakraban dapat dengan cepat terjalin, namun bukankah menjadi sangat kelewatan ketika lebih dari 10 orang temanmu terus-menerus membahas orang yang sama selama 3 hari berturut-turut?

mungkin salah dia juga sampai mencurahkan segala sesuatunya ke jejaring sosial dan keteman-teman "palsu" yang ia percayai, sehingga semua orang menjadi tahu tentang apa yang terjadi dan tidak mampu mengontrol diri mereka untuk tidak membicarakan masalah tersebut, yah bercanda sih boleh-boleh aja tapi coba bayangkan diri kalian di posisinya, dibicarakan dibelakang oleh hampir 20 orang yang justru mendapatkan sebuah kesenangan dari kesusahan yang kalian alami, bukankah itu sangat tidak mengenakkan? oh ya mungkin kalian tidak bisa membayangkan dan tidak mungkin bisa berada di posisinya, sebab kalian membuat suatu kesepakatan tidak tertulis diantara kalian bukan?

cobalah untuk memahami posisinya, dan cobalah untuk mulai menghargainya, memang saya sendiri awal-awalnya juga ikut tertarik membicarakan topik tersebut tapi lama-kelamaan aneh juga membahas itu-itu melulu --a. yah ini hanya tentang menghargai, gimana mau menghargai orang lain kalo menghargai teman sendiri aja ga bisa,,

dan lagi-lagi sayapun ga berani buat ngomong langsung kepada mereka,  so it solves nothing right? haha

"do not share your pathetic things in your life on socmed,the readers,which probably are ur friends, just don't give a damn bout it or even make fun of it.."
- Hafiizh Anugrah Pratama -

Tuesday, November 29, 2011

Junk File #5

ketika kau memiliki kemauan tetapi tidak mempunyai kemampuan bukankah kau hanya akan menjadi beban bagi orang lain?


apalagi disaat keinginanmu tersebut hanya didasari oleh sebuah motif yang bernama "eksistensi"
menjadi seorang badut yang ditertawakan oleh orang lain apakah suatu pengorbanan yang sepadan dengan apa yang kau sebut eksistensi itu?
bukankah kau terbiasa menikmati setiap detikmu sendirian?
walaupun hanya sedikit temanmu, setidaknya kau tidak perlu memakai berbagai macam topeng dan berbohong setiap harinya bukan?
bahkan menulis hal memalukan seperti ini dulupun tak pernah kau lakukan..
dan sekarangpun kau mulai mempertanyakan kembali apa yang dulunya sangat kau percayai..


haha, membuat tulisan2 sampah seperti ini memang memalukan

"God has given you one face, and you make yourself another"
- William Shakespeare -

Thursday, November 24, 2011

Logic + Feeling = Lie?

Ketika logikamu tidak sejalan dengan perasaanmu, maka saat itu kau akan otomatis dipaksa untuk berbohong.


haha sebenarnya "kau" yang dimaksud adalah diri saya sendiri, saya tidak tahu apakah semua orang akan merespon dengan reaksi yang sama dengan saya jika mereka dihadapkan dengan kondisi yang serupa, namun bagi diri saya sendiri, berbohong bukan hal yang jarang saya lakukan, sebab mungkin bagi saya berbohong adalah suatu pelarian terbaik dari suatu masalah atau suatu kondisi ketidaknyamanan yang saya alami..

ada contoh beberapa kasus dimana saat saya dihadapkan dengan suatu pertanyaan atau masalah yang membuat saya selalu berbohong :

Kasus I
seorang teman yang baru saja membeli pakaian/tas atau apalah yang saat itu baru ia kenakan, dan tiba-tiba ia bertanya "Nik, bagus ga tas/bajuku?", terkadang secara logis jelas-jelas apa yang ia kenakan saat itu tidak cocok atau pas, namun saya agak segan untuk mengatakannya secara jujur karena bisa saja ia tersinggung atau sedih bukan? nah ujung-unjungnya saya akan berbohong dengan mengatakan bahwa apa yang ia kenakan saat itu "cocok" atau saya lebih sering untuk menggunakan kata "lumayan", nah ini salah satu bentuk kebohongan yang paling sering kita lakukan sehari-hari hehe..

Kasus II
sewaktu rapat kecil di kantor mengenai persiapan sosialisasi, seorang kasi bertanya kepada saya, "Nikki, gimana absen, nominatif, dan kuisionernya? sudah semua?" fakta dilapangan, saya belum mempersiapkan satupun bahan-bahan yang disebutkan tersebut, namun, karena sebenarnya berkas-berkas itu dapat disiapkan dalam waktu yang tidak lama dan karena takut akan ditegur/dimarahi ketika saya menjawab jujur, hal ini ujung-ujungnya  akan membuat saya mengatakan bahwa berkas-berkas tersebut sudah saya siapkan, berbohong lagi bukan? haha

Kasus III
Kembali ke lingkungan kantor, pernah suatu kali kertas Verbal di subdit saya habis, dan saat itu saya malas sekali rasanya meminta kertas ke TU, biasanya saya akhirnya akan meminta kertas itu ke subdit lain, biasanya percakapan yang akan terjadi sebagai berikut : "X, minta kertas verbal dong, ditempatku habis nih" "kalo habis minta ke TU aja nik" saya pun akan meresponnya dengan mengatakan "di TU juga habis katanya" haha lagi-lagi saya berbohong,


Shinzanmono, suatu serial jepang yang saya temukan di server, sedikit banyak membahas mengenai tentang yang namanya kebohongan, di setiap prolog episodenya, serial ini selalu mengatakan bahwa setiap orang itu berbohong untuk terus dapat melanjutkan hidupnya, mungkin ada benarnya karena disaat ini kita susah sekali menemukan seseorang yang benar-benar jujur, dalam serial itu juga dikatakan bahwa ada tiga jenis kebohongan yang sering diucapkan seseorang :

1. Lie to Protect Yourself
merupakan bentuk kebohongan yang paling umum, berbohong untuk melindungi diri sendiri, Kasus II diatas merupakan salah satu contoh kebohongan untuk melindungi diri sendiri, sebenarnya saya berfikir ketika saya mulai berbohong untuk melindungi saya sendiri, bukankah berarti saya belum siap untuk menerima segala kemungkinan reaksi yang akan timbul ketika seandainya saya berbicara jujur?

2. Lie to Deceive Others
adalah melakukan suatu kebohongan untuk menipu orang lain, Kasus III diatas adalah bentuk kebohongan untuk menipu orang lain, ya tujuannya jelas untuk menguntungkan diri sendiri, it sounds really cruel right?

3. Lie to Protect Others
tak jarang pula orang-orang berbohong untuk melindungi orang lain, terutama orang-orang yang sangat mereka sayangi. saya sering sekali menjadikan hal ini sebagai alasan untuk melakukan suatu kebohongan, dan kasus I diatas adalah bentuk kebohongan untuk melindungi teman saya itu, something sounds weird right?

kembali ke serial Shinzanmono, hampir setiap episodenya terdapat pesan tersirat bahwa apapun jenis kebohongan yang kita lakukan, dengan alasan apapun, yang namanya berbohong tetap saja adalah suatu perbuatan yang salah, walaupun itu berbohong untuk melindungi orang lain..

ketika kita merasa telah memahami apa yang dirasakan oleh seseorang yang kita ingin "lindungi" dengan kebohongan, kita menjadi merasa seolah-olah mengerti bahwa berbohong adalah pilihan yang paling tepat untuk dilakukan, memang awalnya orang itu akan merasa senang, tetapi begitu mereka mengetahui kita berbohong, maka efek buruk yang akan dirasakan akan jauh lebih berat dibandingkan bila kita dari awal bertindak jujur..

Sewaktu saya baru menjalani ospek di kampus statistika ITS, kebetulan saya memiliki seorang teman yang sama-sama dari Bali, sempat di sela-sela ospek dia bercerita lumayan lama mengenai alasannya tidak memilih STAN (saat itu popularitas STAN di Bali sedang tinggi-tingginya), kemudian dia tiba-tiba bertanya kepada saya "ci engken nik? sing ngalih STAN?" yang artinya kira-kira "kamu gimana nik? ga nyari STAN?" karena saya mengetahui dia tidak terlalu suka dengan STAN, saya spontan menjawab "nggak", dan begitu dia tahu saya keterima di STAN, semenjak itu kami sudah tidak berkomunikasi sampai sekarang haha, padahal selama ospek akrab banget, maklumlah sama2 orang Bali..

yah begitulah instead of protecting them, you just made them worse tapi memang harus saya akui, saya susah sekali untuk tidak berbohong, walaupun saya tahu bohong itu salah,
so? am I selfish if I expect my friends to speak honestly to me while on the other side sometimes I speak lies?


"a lie tastes good but it goes stale quickly, the truth tastes bad but lasts forever"
- Seiichi's Mother, Shinzanmono ep.1 -