Not all scars show, not all wounds heal. Sometimes you can't always see, the pain someone feels

- -

Showing posts with label Investment. Show all posts
Showing posts with label Investment. Show all posts

Thursday, February 7, 2013

Human Nature #11 : Impulsivity

When you were young, you don't really know quite what you're aiming at. You're very impulsive and acting on impulse, which is very important and valuable. But you're kind of swimming in a blind sea. When you got older, you should have more of a sense of direction.

Impulsif adalah seseorang yang berkata, bertindak, atau melakukan sesuatu tanpa memikirkannya terlebih dahulu, apalagi berfikir tentang dampak atau akibat tindakannya tersebut. Suatu tindakan dikatakan impulsif ketika tindakan itu memenuhi dua syarat, pertama tindakan itu dilakukan tanpa pertimbangan terlebih dahulu, dan yang kedua lebih memilih keuntungan jangka pendek dibandingkan dengan keuntungan jangka panjang. 

Semua orang bisa menjadi impulsif di saat tertentu, utamanya ketika seseorang itu sedang melakukan hal yang sudah sering mereka lakukan, sedang melakukan hobinya, atau justru saat orang itu berada di situasi yang sangat intense. Beberapa contoh nyata suatu impulsivitas sering sekali saya dalam peristiwa sehari-hari, misalnya :

Impulsive Eating
Lagi diet, lapar mata, terus diembat semua makanan mulai dari appetizernya sampai desserts ckck, terus kemudian ngomong " Duh, gagal deh dietku" wkwk, ini contoh paling gampang dari impulsivitas (dari kemaren contohnya diet mulu), atau ada maicih level 99 langsung dihajar aja mentang-mentang seneng pedas, eh besoknya mencret hahaha (entah kenapa bahasa saya tiba2 jadi sarkasme gini)

Impulsive Buying
Contoh paling gampang kedua, adalah membeli barang secara impulsif haha, ada gadget baru, ga mikir panjang, dibeli, ada iPhone 5 harga 8 juta teteap diembat, padahal penghasilan sebulan cuma 1/2 nya hahaha, ada buku Agatha Christie cetakan baru di gramedia, main beli aja padahal yang lama belum habis dibaca (curhat), beli pakaian buat ngikutin mode, eh ntarnya cuma dipake sekali dua kali doang.

Impulsive Mindset
a.k.a mainstream-followers haha, rajin ngeliat Trending Topics di Twitter, ngeliat hashtag #saveKPK ikut-ikutan nge-tweet pake hashtag yang sama, padahal sebenarnya ga ngerti apa yang terjadi ama KPK, nonton film 5cm dan 5 menit setelah selesai nonton ngajakin temen-temenya buat trekking, eh 5 bulan kemudian ga kemana-mana haha, ada lagi yang blogwalking, merasa terinspirasi, ngepost 1-2 tulisan, 2 bulan kemudian tulisannya ga nambah-nambah hehe.

Sekali lagi, saya 100% ga ada niat buat ngomongin orang lain, saya juga kadang impulsif, contoh paling nyata aja pas trading saham, ga jarang saya sesekali "ngikutin arus" ketika tiba-tiba ada saham lapis ketiga yang "digoreng" langsung menghiasi running-trade dengan kenaikan yang cukup signifikan, saya tanpa pikir panjang, ikut "kereta" nya si BD yang ngegoreng saham itu, dan so far hasilnya 50-50, kadang gain cukup besar dengan jadi follower, dan kadang sebaliknya rugi besar, tapi yang jelas emang lebih memacu adrenalin gitu ngeliat running trade begitu dah beli sahamnya, tapi ya even saya gain sekalipun tetep aja ga sepuas kalo gain dari saham yang di kekep 2-3 bulan haha.

Menurut saya sendiri kadang menjadi orang yang impulsive itu bagus, yah at least kita berani action daripada kebanyakan mikir tapi ga jadi-jadi kan? hehehe

"Tarot Cards, Gems and Stones, believing all that shits gonna heal your soul"
- The Script , Six Degress of Separation -


Sunday, July 15, 2012

Statement of Cash Flow Analysis

Laporan Arus Kas adalah satu dari 3 laporan utama suatu perusahaan, selain Laporan Laba-Rugi (Income Statement), dan Neraca (Balance Sheet), ketika kita melihat kedalam suatu peforma perusahaan, kita cenderung hanya memperhatikan Income Statementnya dan sedikit bagian Balance Sheet, banyak yang lupa, arti penting dari suatu laporan arus kas, karena laporan inilah yang benar-benar menunjukkan jumlah "Cash" yang diterima atau dikeluarkan, bukankah jadi agak aneh, kalo perusahaan mencetak laba misalnya 100 milliar tetapi arus kasnya justru negatif? haha dan Laporan Arus Kas juga sedikit banyak menggambarkan bagaimana kondisi perusahaan yang bersangkutan.

Laporan Arus Kas sendiri dibagi menjadi 3 komponen utama :

1. Cash Flow from Operating Activities
Di bagian ini kita bisa melihat jumlah kas yang diterima dan dikeluarkan oleh perusahaan untuk aktivitas operasinya, seperti penjualan, biaya produksi, biaya gaji dan administrasi, pembayaran dan penerimaan bunga utang/piutang, dsb. Bagian ini bisa menunjukkan 2 hal utama, pertama, apakah usaha perusahaan berjalan dengan lancar? dan yang paling penting yang kedua adalah, apakah perusahaan mampu mengelola piutangnya dengan baik?

Cash Flow from Operating yang positif menunjukkan bahwa secara umum perusahaan berkinerja bagus, artinya perusahaan mampu "menghasilkan" Cash dari kegiatan operasinya setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang diperlukan untuk menghasilkan Cash tersebut, nah sebaliknya, jika bagian ini negatif, artinya usaha perusahaan sudah mulai mengalami kemunduran, sebab perusahaan justru "nombok" dalam melakukan usahanya.

Tapi, kadang walaupun Cash Flow Operatingnya positif, kita harus melihat dan membandingkan datanya dengan Income Statement dan Balance Sheet perusahaan yang bersangkutan, misalnya perusahaan A membukukan Net Income tahun 2011 sebesar Rp. 10 Milliar, tetapi arus kas operasinya hanya positif sebesar Rp. 1 milliar, mungkin itu pertanda bahwa perusahaan mungkin memiliki kendala dalam menagih piutangnya kepada pelanggan, untuk itu kita harus ngecek ke neracanya apakah akun piutangnya mengalami peningkatan yang sangat pesat atau tidak, dan anehnya lagi terkadang ada perusahaannya yang mengalami net loss, tetapi arus kas operasinya positif, seperti Garuda Indonesia (GIAA)  yang di kuartal I 2012 mengalami net loss sebesar USD 10 juta, sedangkan Cash flow operatingnya justru positif sebesar USD 24 juta hahaha.

2. Cash Flow from Investing Activities
Bagian yang kedua dari laporan arus kas menunjukkan, perubahan kas yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan, seperti misalnya, Capital Expenditure, penerimaan dividen, investasi ke perusahaan atau instrumen keuangan lainnya,  penjualan aset tetap, dan lain sebagainya.

Pada umumnya, arus kas ini akan menunjukkan nilai yang negatif bagi sebagian besar perusahaan, karena biaya yang dikeluarkan untuk membeli aset tetap baru pastilah lebih tinggi daripada penjualannya, justru menjadi hal yang aneh ketika arus kas ini bernilai positif, sebab itu berarti perusahaan sedang menjual aset tetapnya, untuk apa kira-kira2? bisa jadi karena perusahaan tidak bisa membayar utangnya kan?

3. Cash Flow from Financing Activities
adalah bagian terakhir dari laporan arus kas, yang menunjukkan, perubahan kas perusahaan yang berasal dari aktifitas pendanaan, seperti misalnya pembayaran dividen kepada pemegang saham, pelunasan atau penerimaan utang jangka panjang, penerbitan saham baru, pembelian saham sendiri (Treasury Stock). dll intinya adalah kegiatan yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan.

Nilai positif bisa berarti bagus, jika perusahaan mendapatkan dana segar dari penambahan jumlah saham yang beredar, atau bisa jadi jelek, karena sumbernya adalah penambahan utang jangka panjang. Sebaliknya nilai yang negatif secara umum berarti perusahaan sedang melunasi utang jangka panjangnya, namun terkadang bisa berarti positif, jika disebabkan oleh pembelian saham kembali, atau pembagian dividen, yang mengindikasikan bahwa perusahaan berusaha untuk memanfaatkan idle-cash nya dengan metode yang bagus.

Maka, ketika kita melihat kepada suatu laporan arus kas, kita ga bisa melihatnya secara terpisah-pisah per bagian, kita harus melihatnya sebagai satu kesatuan, dan secara umum kondisi perusahaan dapat ditentukan dari laporan arus kasnya, sebagai berikut :

Operating (+), Investing (-), Financing (+)
Hampir sebagian besar perusahaan yang sedang "tumbuh", memiliki pola arus kas seperti ini, arus kas positif dari operasi menandakan bahwa perusahaan sudah menemukan "jalur" operasinya, dan arus kas investasi yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan terus berekspansi memperluas usahanya dengan penambahan aset tetap dan investasi baru, untuk itulah Capex yang diperlukan sangat banyak, dan kas dari operasi tidak bisa menutupi semuanya, maka satu-satunya jalan adalah dengan menerbitkan obligasi (utang jangka panjang), atau menambah jumlah saham beredar (right issue), oleh sebab itulah arus aks financingnya menjadi positif.

Operating (+), Investing (-), Financing (-)
Pola seeprti ini bisa menandakan bahwa perusahaan sedang memasuki masa keemasannya, artinya kas yang dihasilkan dari operasinya mampu menutupi segalam macam pengeluaran yang berasal dari penambahan aset tetap (investing), maupun pembayaran utang dan pembayaran dividen (financing), sebagian perusahaan-perusahaan yang "tua"  polanya akan seperti ini hahaha.

Operating (+), Investing (+), Financing (-)
Menandakan bahwa perusahaan sedang fokus dalam melunasi utang-utang jangka panjangnya, bahkan sampai kas dari operasi dan penjualan aset tetap( investing) diperlukan untuk membayar utang-utang tersebut

Operating (-), Investing (+), Financing (+)
Adalah sinyal yang berbahaya, sebab untuk menutupi kerugian usahanya(operating) perusahaan sampai harus menjual aset(investing), dan menambah utangnya atau melakukan right-issue (financing), hati-hati dengan perusahaan yang seperti ini.

Operating (-), Investing (-), Financing (+)
Biasanya perusahaan-perusahaan "muda" yang baru dibuat mengalami pola yang seperti ini, karena baru beroperasi, maka wajar arus kas operasinya negatif (belum ada branding dan kurang pengalaman), terus karena baru, maka perusahaan butuh aset tetap untuk melakukan operasinya, maka wajar jika arus kas investingnya juga negatif, dan untuk mendanai segala macam kegiatan tersebut, perusahaan akan melaksanakan IPO dan melakukan pinjaman yang mengakibatkan arus kas financingnya bakalan sangat positif, tapi kalo yang mengalami hal ini adalah perusahaan yang sudah cukup "berumur" maka hal itu perlu menjadi perhatian oleh para investor.

Intinya sebenarnya ketiga laporan keuangan itu harus, berkaitan satu sama lain, kalau kita ngejudge suatu perusahaan hanya dari satu laporan saja, hasilnya akan lebih beresiko dibandingkan kita memeriksa laporan keuangan nya secara lebih komperhensif, hehe. Oh ya laporan arus kas bukan hanya diterapkan oleh perusahaan lho! orang pribadi juga sudah banyak yang mengatur keuangannya dengan menggunakan laporan arus kas, gimana? berminat membuat laporan arus kas keuangan kita sendiri??

"We enjoy the process far more than the proceeds"
- Warren Buffet -



Tuesday, July 10, 2012

Break-Even-Point

Ngomongin invest aja yuk daripada masalah uang, haha sudah hampir 4 bulan saya belajar sambil mencoba investasi di saham, waktu saya masuk di BEI, IHSG waktu itu berada di titik 4150-4200an, akhir maret invest saya langsung bergerak positif mengikuti IHSG yang break-all-time-highnya, awal-awal april masih positif, sampai di akhir april porto saya kembali break-even, nah puncaknya di bulan mei 2 minggu pertama saat IHSG jeblok sampai ke level 3800-3900, porto saya juga jebol sampai 10%, saya langsung stop loss dan berhenti trading di bulan itu, yang mana menurut saya merupakan keputusan yang bagus soalnya IHSG sempet berada di bwh 3700, nah barulah pertengahan juni kemaren saya masuk lagi ke BEI saat IHSG berada di level 3800-an kata orang-orang sih udah ada tanda-tanda reversal, ntah apalah itu artinya haha..

Hari ini, saat IHSG naik 0,6% ke level 4000 lebih sedikit, hampir semua kerugian saya yang 10% itu sudah kembali break-even, dan saya ngerasa sudah mulai sedikit demi sedikit mengerti psikologi trading di IHSG serta bagaimana memilah-milah rekomendasi dari berbagai sumber, dan saya harus berterimakasih kepada Reni haha sebab akun twitter @pakarsaham mengajarkan banyak sekali hal mengenai psikologi trading, salah satu faktor penting yang sering dilupakan orang karena terlalu berfokus pada technical dan fundamental analysis. Berikut beberapa saham yang mampu memberikan gain yang lumayan walaupun IHSG sedang bergerak sideways hehe :

1. Saham-Saham Consumer Goods
di tweetnya, Ibu Ellen May, menyarankan untuk membeli saham-saham yang menjual kebutuhan pokok, apalagi menjelang bulan puasa, bener juga pikir saya, saya langsung buru-buru mencari emiten yang bergerak di bidang itu dan saya memutuskan untuk invest di 2 emiten yaitu Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) dan Indofood Sukses Makmur (INDF). AISA karena saya lihat emiten ini yang harga sahamnya paling under-valued, PER nya jauh dibawah rata-rata industri, dan itu ditunjang dengan laporan keuangan Q1 nya yang sangat meningkat tajam, memang peningkatan yang tajam agak sedikit berbahaya, seperti kasus ADMG, apalagi begitu saya buka websitenya jujur saya ga pernah ngeliat produk makanannya hahaha, mungkin ini lebih ke jangka pendek aja, haha tapi saham ini dah lumayan ngasi hasil saya beli di 600 dan hari ini sahamnya naik 10 poin ke level 660 haha. Kedua INDF, siapa sih yang ga kenal Indofood? perusahaan yang menjadi pemimpin sektor ini dan sudah sangat terkenal sampai ke luar negeri haha, mungkin ini emiten yang paling aman untuk dijadikan tempat investasi, Cash nya aja udah masuk kelompok triliunan cuy! haha apalagi ntar tanggal 17 Juli cum date dividennya dan ga tanggung-tanggung dividennya nyampe 175/lembar, sama kayak kasus ASGR kemaren, ntar menjelang cum date pasti harganya naik :P, so far ini saham yang paling banyak memberikan gain di porto saya.

2. Property
Hanya ada dua emiten yang PER nya dibawah 10 padahal peformanya jauh diatas itu, kedua perusahaan itu adalah Alam Sutera Realty (ASRI) dan Lippo Cikarang (LPCK), dua-duanya termasuk golongan perusahaan berkinerja bagus yang under-valued lalu kenapa milih yang lain? haha mungkin memang ada segelintir isu yang bilang kalo ASRI sedang mengalami sedikit masalah mengenai lahan kosongnya, tapi harganya udah rendah gitu, biasanya di level 540-560an (feeling mode haha).

3.Mining
Jujur saya masih kapok invest di perusahaan tambang, haha rugi kemaren sebagian besar sumbernya dari perusahaan tambang, tapi kata orang-orang mining cenderung untuk balik arah karena memang sektor ini adalah sektor yang paling tergerus tahun ini, turun lebih 20%, nah saya ini tipikal value-investor jadi saya cenderung mencari saham bervaluasi rendah tapi berkinerja bagus dan saya menemukan emiten yang bernama Petrosea (PTRO) anak perusahaan Indika Energy (INDY) tapi DER nya rada mengkhawatirkan sih, dan kayaknya yang jual-beli saham ini lebih banyak orang asingnya haha.

4. Seasonal Companies
Saya langsung berfikir sektor apalagi ya, yang penjualannya cenderung naik pas puasa/lebaran? dan saya menemukan jawabanya yaitu sektor retail semacam supermarket dsb, ada beberapa saham yang bisa dikoleksi, yaitu Matahari Putra Prima (MPPA), Hero Supermarket (HERO), Ramayana Lestari Sentosa (RALS), Aces Hardware (ACES) dll. Dari sekian banyak emiten saya memilih RALS lagi-lagi karena PERnya paling kecil dan laporan keuangannya lumayan baik, walaupun untuk sektor ini memang PERnya tinggi-tinggi (RALS yang 40x aja termasuk rendah hehe).
Lalu saya juga ingat kalo sekarang masih liburan sekolah dan begitu masuk apa yang akan banyak dibeli? ya! buku dan alat tulis, salah satu emiten yang bagus adalah Tjiwi Kimia (TKIM) dengan PER yang kecil dan performa yang bagus, walaupun saham ini frekuensi transaksinya sangat jarang terjadi, hari ini aja cuma 1x :nohope banadingin dengan INDF yang frekuensinya 1000-2000x sehari haha.

Mudah-mudahan semua berjalan lancar haha, saya masih harus belajar Technical Analysis nih, soalnya kayaknya lebih cocok buat short-term investment haha, selama ini masih ngandalin insting buat nentuin kapan harus masuk, beli dan jual suatu saham haha.

"Only when the tides goes out, you discover who's been swimming naked"
- Warren Buffet -

Saturday, June 2, 2012

Comparation : Constructions

Yah, bulan Mei kemarin adalah bulan yang suram bagi mereka yang menginvestasikan uangnya dalam bentuk saham, rupiah, emas, komoditas tambang dan perkebunan, reksadana, dan lain sebagainya, sebab hampir semuanya mengalami penurunan terbesarnya untuk tahun ini, bahkan saham dan minyak mentah berada di posisi terendahnya tahun ini.

Cut-loss adalah hal pertama yang saya bayangkan ketika IHSG mengalami fase bearish, cut-loss adalah istilah yang digunakan ketika seorang investor memutuskan untuk menjual seluruh instrumen investasinya, sebelum kerugian yang terjadi semakin membesar, untuk saham, biasanya titik cut-loss adalah titik support kuat sebuah saham, dan akibatnya hampir 2 minggu saya tidak trading apa-apa sambil menunggu perkembangan IHSG, oh ya saya tidak menjual semua portofolio saya haha, karena beberapa saham seperti Eterindo Wahanatama (ETWA), dan Metrodata Electronics (MTDL) tidak mengalami penurunan yang cukup jauh, disamping itu kedua perusahaan ini kinerjanya sangat bagus di Q1 jadi saya masih berharap bisa rebound haha.

Nah, daripada ga ada kerjaan mending saya mencoba untuk membandingkan kinerja perusahaan-perusahaan konstruksi yang listing di IHSG, perusahaan konstruksi merupakan bagian dari kelompok "Property" di IHSG, dimana Property adalah sektor yang mengalami pertumbuhan terbesar di tahun ini, sektor property dari awal tahun sampai awal juni ini telah tumbuh positif 8% walaupun IHSG negatif 4-5%, menjadikan sektor property di IHSG dari tahun 2011 adalah sektor yang memberikan keuntungan terbesar bagi para investor. Oleh karena itu saya mencoba membandingkan 4 perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia, karena perusahaan-perusahaan ini juga memberikan imbal hasil yang lumayan besar hingga juni ini, and here they are :


1. Adhi Karya (ADHI)
Pasti gambar disamping bukan merupakan gambar yang asing bagi kita, saya melihat sign ini di bandara ngurah-rai yang sedang di renovasi. ADHI adalah sebuah perusahaan konstruksi yang didirikan tahun 1960, ADHI adalah perusahaan yang sepenuhnya milik pemerintah, sampai di Tahun 2003 pemerintah memutuskan untuk melepas 49% kepemilikannya ke publik dengan melaksanakan IPO, yang membuat Adhi Karya sebagai perusahaan konstruksi pertama yang listing di IHSG pada waktu itu.

Usaha konstruksi yang dilakukan oleh ADHI diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu Proyek Infrastruktur, yaitu proyek konstruksi yang dilakukan oleh ADHI untuk membangun infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, bandara, pelabuhan, dan lain sebagainya. Sedangkan yang kedua yaitu Proyek Bangunan, yaitu proyek konstruksi ADHI yang berhubungan dengan hotel atau perkantoran, rumah sakit, tempat tinggal, pabrik, pembangkit listrik, bangunan sinyal telekomunikasi, dan masih banyak lainnya. ADHI membagi line businessnya menjadi 3, pertama adalah konstruksi, kedua adalah EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan yang ketiga adalan Investasi, walaupun line bisnis yang kedua dan ketiga lebih bersifat penunjang bagi pihak ADHI sendiri. Head Officenya terletak di Jalan Pasar Minggu Jakarta dengan lebih dari 20 construction divison yang tersebar di seluruh Indonesia, 1 EPC division di kebayoran baru, serta 2 divisi internasional yang terletak di Oman dan Qatar, maka jelas bukan bahwa ADHI adalah salah satu perusahaan yang matang, tau ga jembatan suramadu? Jembatan terbesar di Asia Tenggara yang dibangun dengan dana 4,7 trilliun rupiah itu, adalah konstruksi jembatan yang pembangunannya dipimpin oleh perusahaan ini haha.

Karena udah masuk Q1, jadi yang saya lihat cuma kondisi keuangannya di Q1 3 tahun terakhir


Terlihat bahwa performanya hampir tiap tahun mengalami kenaikan, kecuali di tahun 2012 ini Utang Jangka Pendeknya naik, dan disaat yang sama Utang Jangka Panjangnya turun, tapi secara overall D/E Rationya turun dari 0,96 menjadi 0,87, oh ya revenue nya turun tapi Operatin ama Net Profitnya naik, artinya cost efisiensi nya sudah semakin baik, terus satu hal yang cukup menarik adalah PER nya yang tinggi yaitu analyze 2012 nya sebesar 77,97x, yang menandakan saham ini dihargai sudah sangat tinggi, bahkan dengan RoA dan RoE nya yang tidak sampai 5%, hal ini sedikit membuat ADHI overvalued apalagi dari gambar diatas terlihat bahwa Quick Ratio ADHI sangat kecil dengan Cash 250B dan ST Borrowing sebesar 829,4B.

2. Wijaya Karya (WIKA)
Logo disamping juga kayaknya ga terlalu asing kan? Yang sering ke bandara pasti ngeh dengan lambang ini, haha Ya Wijaya Karya adalah salah latu lead-construction dalam pembangunan Soetta "Aerotropolis" 2014. WIKA dibentuk dari nasionaliasasi perusahaan Belanda Nv Vis en co. pada tahun yang sama dengan ADHI yaitu 1960. Wijaya Karya, sama halnya dengan ADHI adalah perusahaan yang awalnya 100% milik pemerintah, sampai tahun 2007, dilakukan IPO dengan melepas kepemilikan pusat sebesar 28,46% ke publik. WIKA memiliki 5 anak perusahaan untuk lebih mengoptimalkan performa perusahaan di tiap divisinya, kelima perusahaan itu antara lain : PT. Wijaya Karya Beton untuk spesialisasi produk beton, PT. Wijaya Karya Realty untuk spesialisasi divisi Realty, PT. Wijaya Karya Intrade sebagai pengembangan divisi Industri dan Perdagangan, PT. Wijaya Karya Gedung untuk spesialisasi pembangunan high-rise building, serta PT. Wijaya Karya Insan Pertiwi yang merupakan akuisisi 70% saham PT. Catur Insani Pertiwi, dan tahun 2009 bersama dengan PT. Jasa Sarana dan RMI, WIKA mendirikan PT. Wijaya Karya Jabar Power yang bergerak dibidang konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP), dan dengan semuanya itu WIKA berupaya menjadikan dirinya sebagai perusahaan EPC dan Investasi terintegrasi terbaik di Asia Tenggara. WIKA sendiri membagi bisnis unitnya menjadi 4 yaitu Konstruksi Sipil yang bergerak dalam pembangunan beberapa pembangkit listrik, Konstruksi Bangunan, yang bergerak dalam pembangunan rumah hunian, maupun perkantoran, Rencana Industri, yang membagun pabrik-pabrik, dan kilang minyak, serta Energi, yang fokus ke EPC untuk pembangkit listrik.

Performa WIKA terlihat cukup bagus, Profitnya terlihat terus mengalami kenaikan dalam 3 tahun terakhir, walaupun Cash nya agak sedikit berkurang, PER nya berkisar di 14,74x jauh lebih rendah dari ADHI, walaupun RoA dan RoE nya agak sedikit stagnan dari tahun ke tahun, disamping itu Current Rationya >1 dan D/E Ratio hanya 0,24 menyebabkan kita bisa lebih merasa aman, jika sewaktu-waktu WIKA terpaksa membayar utangnya haha.

3. PP (PTPP)
PTPP didirikan pada tanggal 26 Agustus 1953 dengan nama NV Pembangunan Perumahan. PP adalah perusahaan yang membangun Hotel Indonesia yang saat itu adalah bangunan tertinggi di Indonesia. PP baru listing di bursa pada Februari 2010.
PP sendiri membagi bidang kerjanya menjadi 3, yaitu Construction Service, yang meliputi pembangunan Konstruksi Publik, seperti Bangunan tingkat-tinggi, pembangkit listrik, jalan dan jembatan, serta waduk dan irigasi, Property and Realty, adalah line-business PP di bidang pembangunan hunian/rumah tinggal seperti Apartemen, Hotel, Perkantoran, Mall, Pusat Perdagangan, dan Perumahan. Investment in Infrastructure Project, adalah bagian yang berfokus pada sektor infrastuktur yang salah satunya sedang dikerjakan adalah pembangunan jalan tol Depok-Antosari. PP tidak memiliki anak perusahaan, tapi PP berinvestasi pada 3 perusahaan lainnya seperti PT-PP Taisei Indonesia Construction sebesar 15%, PT. Mitracipta Polasarana yang bergerak dibidang Rental and Office Space sebesar 4,6%, serta PT. Citra Waaspphutowa sebesar 12,5% yang bergerak di manajeman jalan tol (proyek depok-antosari).


Karena didirikan di Q1 2010 maka laporan Q1 2010 nya belum ada haha, dan untuk melihat data 2 tahun kayaknya kurang deh, jadi biasa di buka di situs officialnya untuk melihat annual report 2011 untuk 5 tahun terakhir. Dari yang saya lihat di annual reportnya, kinerja PP lumayan bagus, hampir tiap tahunnya terus mengalami perkembangan.

4. Total Bangun Persada (TOTL)
Total Bangun Persada adalh perusahaan konstruksi yang didirikan sekitar tahun 1970, sama seperti ketiga perusahaan lainnya diatas, TOTL mempunyai beberapa fokus, yang pertama adalah Construction Building, yang berfokus kepada pembangunan seperti office dan commercial building atau industrial buildings dan resorts, sedangkan yang kedua adalah komitmen perusahaan untuk memberikan standar internasional kepada bangunan-bangunan yang akan dibangun di Indonesia, dengan demikian Total lebih berfokus kepada added-value yang diberikan oleh perusahaannya dibanding dengan fisik bangunan itu sendiri. TOTL listing di bursa sejak tahun 2006, dan selain di bidang konstruksi, perusahaan ini juga bergerak dibidang Design and Building, jadi TOTL tidak hanya bisa membangun, tetapi juga bisa membuatkan design bangunan yang akan dibangun sesuai dengan permintaan dari client, fitur unik yang tiga perusahaan sebelumnya tidak memilikinya. Untuk laporan keuangannya sendiri bisa dilihat sebagai berikut :

Terlihat bahwa perusahaan ini sedang di jalur yang benar, cash terus meningkat, pinjaman berkurang, EPS bertambah, mungkin yang agak aneh di bagian revenuenya dan profit, sekilas terlihat kalo net profitnya meningkat, padahal operating profitnya menurun, jadi sebenarnya untuk Q1 2012 kinerja TOTL bisa dibilang sedikit menurun dibanding Q1 2011.

Nah, lalu perusahaan manakah yang paling bagus untuk dijadikan investasi, itu semua tergantung dari masing-masing, mungkin kita bisa melihat website masing-masing entitas untuk mengetahui lebih lanjut tentang perusahaan, proyek-proyek apa saja yang in progress serta bagaimana strategi perusahaan ke depannya, tapi kalo kita lihat dari performa Q1 2012 dan perbadningan harga sahamnya saat ini kita bisa melihat di tabel ini :

Sales Growth terlihat bahwa WIKA dan PTPP berhasil tumbuh lebih dari 10% dari Q1 2011 ke Q1 2012, sementara ADHI negatif 5,38% dan TOTL negatif 16,13%, hal ini menandakan WIKA dan PTPP kinerjnya cukup baik untuk Q1 tahun ini.

Profit Growth walaupun ada yang Salesnya negatif tetapi keempat perusahaan membukukan Gross Profit, Operating Profit, serta Net Profit yang positif di Q1 ini, dengan WIKA memimpin di Gross Profit, sedangkan untuk Operating Profit dan Net Profit tidak berbeda terlalu jauh,

EPS dan PER EPS adalah seberapa besar earning yang didapat dari 1 lembar saham yang bersangkutan, disini terlihat WIKA lagi-lagi berada di depan, dan ADHI lagi-lagi berada di belakang, dan untuk PER terlihat harga saham yang masih "murah" adalah WIKA dan TOTL, sedangkan ADHI dihargai sangat mahal, mungkin memang ada beberapa hal yang menyebabkan hal itu hehe

RoA RoE pengembalian atas aset dan ekuitas terbesar dimiliki oleh TOTL, menandakan bahwa TOTL adalah perusahaan yang sedang giat berkembang, WIKA juga memberikan Return yang lumayan, sedangkan ADHI dan PTPP tidak sampau 10% dalam setahun haha.

D/E Ratio dan PTPP memiliki rasio hutang terhadap modla yang paling tinggi, disusul oleh ADHI, untuk WIKA dan TOTL rasionya sudah termasuk sangat rendah.

Jadi dari data ini manakah menurut kalian yang paling layak untuk dikoleksi?  atau kita bisa melakukan valuasi terhadap masing-masing saham haha

"Never test the depth of the water with both feet"
- Warren Buffet -


Saturday, April 14, 2012

Valuation : Astra Graphia (ASGR)


Saya pernah mendegar seorang dosen berkata seperti ini :

"Kita belajar dari :
10% yang kita baca
20% dari apa yang kita dengar
30% dari apa yang kita lihat
50% dari apa yang kita dengar dan lihat
70% dari apa yang kita katakan; dan
90% dari apa yang kita katakan dan kerjakan"

Mungkin memang perkataan ini sifatnya terlalu general, soalnya orang kan juga bermacam-macam, ada yang tipe visual, ada yang auditory, dan juga ada yang kinestetik. Tapi kalimat ini setidaknya memberi pengetahuan kepada kita bahwa dengan mengatakan dan melakukan apa yang kita pelajari sebelumnya, akan mempermudah penyerapan materinya, dan saya sekarang sedang berusaha untuk melakukan yang 90% itu hehe..

Sebenarnya saya termasuk orang yang sembrono, saya memutuskan untuk membuka rekening investor saham tanpa mengetahui bagaimana cara menilai suatu saham baik secara fundamental maupun teknikal, dan untungnya 3 saham pertama yang saya beli yaitu saham PT Timah (TINS), BNI (BBNI), dan Adhi Karya (ADHI) memeberikan return yang positif walaupun cuma 1-2% haha..

Sekarang, setelah saya baca beberapa artikel (yang utamanya di kaskus) saya berfikir untuk melakukan valuasi pertama saya terhadap saham perusahaan yang berprospek bagus tapi masih dihargai cukup rendah, dan setelah meneliti beberapa emiten saya menemukan perusahaan ini Astra Graphia (ASGR).

Astra Graphia adalah 1 dari 5 saham grup Astra yang listing di bursa, yang lainnya antara lain Astra Internasional (ASII) perusahaan yang bergerak di bidang otomotif (motor-motor honda itu lho!), United Tractors (UNTR) perusahaan yang bergerak di bidang alat berat, Astra Agro Lestari (AALI) grup astra yang menjadi salah satu leading producer CPO di Indonesia serta Astra Otoparts (AUTO) anak perusahaan ASII yang khusus bergerak di bidang spare-part otomotif.

ASGR juga merupakan anak perusahaan ASII, karena 76,83% sahamnya dimiliki oleh ASII, dan hanya sekitar 18% yang dimiliki oleh publik. ASGR bergerak di bidang informasi, teknologi, dan komunikasi, produk utamanya yang kita kenal adalah seperti mesin fotokopi Xerox, selain itu ASGR memfokuskan bisnisnya pada 4 kegiatan yaitu :
  • Production System Business, yaitu segmen bisnis yang ditujukan untuk mampu membantu pelanggan untuk memproduksi dokumen secara cepat dengan menyediakan high-speed printing machine dan high-volume printing machine.
  • Office Product Business, kalu yang ini fokusnya di segmen office administartif, dalam usaha perusahaan untuk memiliki keunggulan dalam menyediakan tools dan services seperti print-copy-fax-scan sehingga flow pekerjaan pelanggan kantor dapat terkontrol
  • Printer Channel Business ini adalah segmen dimana ASGR berusaha untuk menyediakan dan menjual Xerox Printer ke baik perusahaan maupun orang pribadi, dan pangsa pasar ini cukup potensial karena tumbuh lebih dari 20% sejak tahun 2005, terutama untuk pangsa laser-printer.
  • Service Business dan perusahaan yang bagus selalu berusaha memberikan servis yang memuaskan bukan? haha dan segmen ini bergerak di bidang itu.
Jadi sekilas kita bisa lihat, ASGR memiliki pangsa pasar yang lumayan menjanjikan, selain itu sampai saat ini ASGR sudah memiliki 19 kantor cabang dan 53 service centers yang tersebar diseluruh Indonesia, dengan kantor pusatnya di Jl. Kramat Jak-Pus, (saya selalu bisa melihat kantor pusatnya setiap pulang dari kantor haha) Jadi jumlah ini setidaknya menunjukkan bahwa ASGR adalah perusahaan yang sudah cukup "besar" bukan?

Nah sekarang mari kita lihat Laporan Keuangannya 5 tahun terakhir dibawah ini :


Terlihat performa ASGR terus naik, keculai di Tahun 2008 yang wajar, karena saat itu sedang krisis dunia, dan ASGR termasuk cukup bagus dalam bertahan dari krisis financial tahun 2008 kemaren, disini terlihat Growth Revenuenya menurun namun Net Profitnya naik, hal ini bisa disebabkan karena perusahaan telah mampu untuk mengefisiensikan Cost nya. Selain Revenue Growth yang menrun so far LK ASGR 5 Tahun belakangan menunjukkan performa yang sangat bagus, dan RoE yang cukup tinggi..

Sekarang mari kita melakukan valuasi terhadap harga sahamnya, saya menggunakan cara yang ada di buku street investing (yang saya temukan di kaskus juga) untuk melakukan valuasi sbb:

1. Projected EPS
Pertama kita memproyeksi Earning per Share 5 tahun kedepan dengan ketentuan sbb :
  • Jika pertumbuhan EPS 5 Tahun kebelakang >15% maka digunakan asumsi pertumbuhan 15%
  • Kalo pertumbuhan EPS <15% kita pakai 10%.
  • EPS ASGR 2011 adalah 103, 2007 adalah 53 maka ((103-53)/53)/5 =   18,87%
  • Karena nilainya 18,87% berarti asumsi kita pertumbuhan 5 tahun kedepan menjadi 15%
  • Perhitungannya sbb :
2. Projected P/E Ratio
Kedua, kita mencari perkiraan harga saham di tahun 2015 dengan cara mengalikan proyeksi EPS 2015 dengan proyeksi P/E Ratio dengan ketentuan :
  • Jika P/E Tahun terakhir >20 kita memakai proyeksi P/E 17
  • Jika P/E Tahun terakhir <20 kita memakai proyeksi P/E 12
  • Karen di akhir tahun 2011 ASGR diperdagangkan dengan P/E 10,35x maka asumsi kita 12
  • Maka proyeksi harga saham ASGR 2015 adalah Rp.207,17 x 12 = Rp. 2485,44
 3. Mengitung Dividen 5 Tahun ke depan
Ingat! investor menanamkan modal di saham bukan hanya untuk mendapatkan capital gain, tetapi juga karena beberapa perusahaan secara rutin membagikan dividen, dan kita harus memasukkan dividen kedalam perhitungan saham, karena dividen adalah salah satu faktor yang "menambah" nilai suatu saham termasuk ASGR.
  • Berdasarkan data tahun 2011, Dividend Pay-Out ASGR adalah sebesar 40%.
  • Maka proyeksi penerimaan Dividen kita 5 Tahun Mendatang adalah Total EPS x Payout
  • Menjadi Rp.798,635 x 40% = Rp. 319,454
  • Sehingga harga saham ASGR 2015 menjadi Rp. 2485,44 + Rp.319,454 = Rp.2804,894
4. Menghitung Present Value Saham 
Untuk menghitung present value saham ASGR (harga wajar yang dibayarkan tahun 2011) kita perlu membagi future Value ASGR dengan return yang kita inginkan setiap tahun, nah bagaimana cara menentukan besarnya return yang kita inginkan?
  • Pertama cek suku bunga deposito, untuk saat ini di Indonesia suku bunga deposito bisa sampai 6,75% karena suku bunga BI masih dikisaran 5,75%, maka ambil angka 6,75%
  • Kedua karena kita menabung di saham tentu kita mengharapkan return yang lebih tinggi dari deposito di bank, nah kalo di amerika risk premium di level 4-5% maka karena di Indonesia relatif "lebih kurang aman" untuk dijadikan tempat investasi maka saya memasang risk premium sebesar 8,5% (yang ini relatif seberapa besar kita mengharapkan return terhadap saham ybs)
  • Maka return yang saya harapkan adalah sebesar 6,75% + 8,5% = 15,25% terlalu tinggi kah? bahkan hampir 2x lipat return sukuk ritel RI haha, karena saham lebih beresiko maka wajar kan? ingat pelajaran mankeu dulu haha "High Risk High Return".
  • Nah saatnya menghitung present Value ASGR dengan return 15,25% sbb :
 Nah, terlihat bahwa nilai wajar saham ASGR di awal Tahun 2012 adalah sekitar Rp. 1589 per lembar dan di akhir tahun ini nilai wajarnya menjadi Rp. 1.832 per lembarnya, harga saham ASGR penutupan jumat tanggal 13/4/2012 adalah Rp.1.100 jadi saham ASGR bisa kita anggap "under-valued" dan potensi kenaikan harganya masih sangat besar, bahkan dengan return 20% pun nilai wajarnya masih di Rp.1.623 per lembar.

So?  Inilah saham pertama yang saya beli dengan perhitungan yang benar-benar cermat haha, dan mungkin ini menjadi saham mid-term pertama saya, waktu itu saya beli di harga Rp.1.060 per lembar dan dengan fundamental yang baik, nama "Astra" yang terkenal "bagus" dimata investor (berbeda dengan nama grup "bakrie" yang terkesan "jelek" dimata investor haha), serta persaingan di segmen usaha yang masih jarang, (hanya MTDL yang lumayan bisa menjadi "saingan" haha) membuat saham "worth" untuk dimiliki apalagi dengan under-valued saat ini, Oh ya ditambah lagi tanggal 25 April ASGR mw RUPS, biasanya harga saham naik kalo mw bagiin dividend haha, Astungkara..

Btw, semua data diambil dari situs resmi Astra Graphia di SINI dan satu hal lagi yang penting : Disclaimer is very very ON!!! haha saya masih nubie untuk valuasi2 seperti ini..:P

"Risk comes from not knowing what you doing"
- Warren Buffet -