Jika seseorang ditanya, siapakah tokoh fiksi detektif yang diketahuinya? mungkin jawaban yang akan kita dapatkan adalah Sherlock Holmes, atau tidak mustahil mereka akan menjawab tokoh2 detektif yang ada di manga jepang seperti Conan, atau Kindaichi. Ya, sosok holmes sudah menjadi icon detektif yang familiar di mata dan telinga banyak orang, dengan banyak sekali yang menirukan cara berpakaiannya, yang memakai topi dan lengkap dengan cerutu melengkungnya yang khas..
Tapi, tahukah orang-orang itu dengan nama-nama seperti Hercule Poirot? Miss Marple? Tommy and Tuppence, atau bahkan Parker Pyne? haha mungkin nama yang pertama sudah lumayan terkenal, tapi yang 3 terakhir mungkin baru sedikit yang tau, keempat nama itu semua adalah tokoh-tokoh detektif yang diciptakan oleh Agatha Christie dalam novel-novel karyanya.
Kebanyakan orang mungkin lebih familiar dengan Arthur Conan Doyle, tapi hanya beberapa yang tahu bahwa Agatha Christie adalah pengarang novel detektif tersukses sepanjang masa, bahkan mengalahkan doyle, saya sendiri adalah salah satu penggemar karya-karyanya, yang sampai saat ini sudah mencapai lebih dari 80 novel, dan saya sudah membaca lebih dari setengah serinya, dengan beberapa yang sangat membekas namun tidak seidkit pula yang cerita langsung lupa begitu saja :p, dan berikut adalah 5 pilihan novel agatha christie yang paling saya sukai :
1. And Then There were None
Ini adalah buku agatha christie yang menurut saya paling recommended untuk dibaca,inilah novel AC pertama yang saya baca, saya ingat waktu itu saya masih duduk di SMA kelas 1, novel inilah yang membuat saya tertarik untuk membaca novel-novel AC yang lainnya, haha. Ceritanya tentang sekelompok orang negro yang diundang ke sebuah pulau, dimana akhirnyaa tak ada seorangpun yang hidup haha, mungkin sekilas alurnya sudah terlalu pasaran, tapi begitu saya membacanya, ada suatu hal yang membuat saya tidak bisa menunda membaca 1 halamanpun, really, it is recommended :D
2. Murder on the Orient Express
Nah, yang ini ditangani oleh hercule poirot, suatu pembunuhan yang berlatar di sebuah kereta api bernama "Orient Express", saya masih ingat ada 12 tersangka di dalam kereta tersebut dengan latar belakang yang berbeda-beda, dengan gaya penyelidikannya yang khas, membuat novel ini sama sekali tidak membosankan untuk diikuti, selain itu menurut saya ini salah satu kasus dengan pemecahan yang paling mengejutkan yang pernah saya baca selain tentunya "The Murder of Roger Ackroyd"
3. The Crooked House
Nah, yang ini juga non-detektif, dimana peristiwa kriminalnya terjadi di sebuah rumah tinggal bernama "crooked house", menurut saya ini salah satu novel agatha christie yang paling hebat dalam mengatur dan merubah sudut pandang kita berulang-ulang dalam satu novel, anda akan merasa sangat bodoh jika membaca terjemahan versi Indonesia tanpa bisa menebak pelakunya :P
4. A Caribbean Mystery
nah yanng satu ini ditangani Miss Marple, yang berusaha menemukan si penjahat diantara orang-orang yang sedang berlibur di suatu villa di kepulauan karibia yang indah XD, inilah salah satu kasus Miss Marple yang sulit dipecahkan, saat dimana Miss Marple benar-benar serius mencari tahu kebenarannya, padahal biasanya Miss Marple adalah tipe yang sangat santai, hahaha
5. Curtain : Poirot's Last Case
sesuai judulnya novel ini berisi kasus terakhir yang ditangani oleh Poirot, yang membuat novel ini menarik adalah usaha poirot untuk membongkar kejahatan si pelaku saat badannya sudah semakin sulit untuk diajak bekerjasama, cerita ini berlatar di styles, yang secara kebetulan juga menjadi latar kasus pertama poirot di novel yang berjudul "The Mysterious Affair at Styles"
Memang harus diakui kalo Sherlock Holmes merupakan suatu role-model yang sangat pas untuk sebuah tokoh detektif, bekerja, menganalisis, menyamar, dengan setting zaman kuno, narkotika, sex, dan ciri khas awal abad ke 20 lainnya, namun agatha christie dengan poirot dan miss marplenya mampu menghadirkan sosok detektif yang lebih menggunakan kelogisan pemikiran serta pertimbangan psikologi dalam menelusuri kasusnya, ya hal inilah yang membuat saya menyukai novel2 karanngannya :D
"C'est la vie"
-Hercule Poirot-
Friday, July 15, 2011
Arby's and Ummi's day
12 Juli 2011
dua orang sahabat saya merayakan ulang tahunnya,,
hari itu kami merencanakan untuk membeli kue ulang tahun sebagai kejutan kepada arby dan ummi, eh ga taunya si ummi udah dikirim kue ulang tahun dari muko-muko :P (so sweet), haha jadilah akhirnya kami memotong kue itu di bagian keuangan, tempat dimana Ummi ditempatkan, dengan ucapan "Happy Birthday my Strawberry" menunjukkan betapa romantisnya mereka hihi.. selamat ulang tahun ya Umm, moga makin dewasa dan lebih bisa jaga emosinya,,
Arby, di lain sisi tetap bertindak seperti biasanya, ia seperti tidak terlalu tertarik dengan hari ulang tahunnya sendiri :hammer haha tapi teteplah ujung-ujungnya dia ikut nraktir kita2 :P, Happy birthday Arby!! hope everything will be good for you :D
akhirnya hari itu kami ditraktir (lebih tepatnya maksa ditraktir) di solaria Yippe!!
kami membelikan 2 potong kecil kue sebagai simbol perayaan ultah mereka, oh ya waktu itu juga ada prosesi makan kiamboy hahaha, once again happy birthday my friends, all the best for you guys :)
“And in the end, it's not the years in your life that count. It's the life in your years.”
-Abraham Lincoln-
dua orang sahabat saya merayakan ulang tahunnya,,
hari itu kami merencanakan untuk membeli kue ulang tahun sebagai kejutan kepada arby dan ummi, eh ga taunya si ummi udah dikirim kue ulang tahun dari muko-muko :P (so sweet), haha jadilah akhirnya kami memotong kue itu di bagian keuangan, tempat dimana Ummi ditempatkan, dengan ucapan "Happy Birthday my Strawberry" menunjukkan betapa romantisnya mereka hihi.. selamat ulang tahun ya Umm, moga makin dewasa dan lebih bisa jaga emosinya,,
Arby, di lain sisi tetap bertindak seperti biasanya, ia seperti tidak terlalu tertarik dengan hari ulang tahunnya sendiri :hammer haha tapi teteplah ujung-ujungnya dia ikut nraktir kita2 :P, Happy birthday Arby!! hope everything will be good for you :D
akhirnya hari itu kami ditraktir (lebih tepatnya maksa ditraktir) di solaria Yippe!!
kami membelikan 2 potong kecil kue sebagai simbol perayaan ultah mereka, oh ya waktu itu juga ada prosesi makan kiamboy hahaha, once again happy birthday my friends, all the best for you guys :)
“And in the end, it's not the years in your life that count. It's the life in your years.”
-Abraham Lincoln-
Wednesday, July 6, 2011
Live Your Life
Hidup itu adalah anugerah, jadi sukurilah..
Kehidupan sehari-hari memang terkadang sangat kompleks, sesekali di suatu titik tertentu kita merasa sangat senang dan bahagia, saat dimana semua ekspektasi kita terpenuhi, saat dimana seolah-olah dunia ini bekerja mengikuti apa yang kita inginkan, namun di lain sisi, tak jarang kita merasa sedih, kesal, ataupun frustasi, jika hal-hal diluar apa yang kita harapkan terjadi, dan kita berfikir bahwa dunia ini kejam, tuhan itu tidak adil, dan lain sebagianya. Saat itulah pikiran-pikiran negatif mulai datang ke diri kita, mulai mengeluh, mencari-cari kambing hitam, dan hal-hal kurang baik lainnya.
Jujur, saya adalah orang yang gampang sekali mengeluh, sampai saat saya mulai merasakan dunia kerja ini barulah saya sadar akan sifat buruk saya itu dan mulai perlahan-lahan untuk mengurangi keluhan-keluhan yang keluar dari mulut saya ini dan belajar untuk selalu bersyukur dengan apa yang saya dapatkan..
Bukankah dunia ini terlalu indah untuk dikeluhkan? kita telah diberikan banyak sekali anugerah oleh tuhan, hal yang paling sederhana saja, hidup, pernahkah kita bersyukur bahwa Tuhan masih bermurah hati memberikan kehidupan dan kesehatan kepada kita? kemarin kami menyempatkan diri untuk menjenguk Pak Udin Transfer II yang terkena serangan jantung di UGD RSPAD, kondisi beliau sangat menyedihkan, beliau terlihat sangat lemas, dan kesakitan, walaupun saya tidak terlalu mengenal beliau, tetapi karena saya belum pernah melihat seseorang yang dekat dengan saya mengalami hal seperti itu membuat pemandangan saat itu seolah-olah menampar saya, dan sedikit banyak menyadarkan saya, bahwa sebenarnya saya harus bersyukur masih diberikan kesehatan oleh Tuhan, hal sederhana yang sering saya lupakan.
Kejadian ini mengingatkan saya akan apa yang saya alami sekitar kurang lebih 1 tahun yang lalu, saat dimana saya dan beberapa teman kos yang lain terkena Demam Berdarah, mungkin rasa sakitnya tidak seberapa, tetapi berbagai macam larangan yang diberitahukan oleh dokter, ketidakbebasan dalam beraktifitas, dan yang paling membuat saya menyesal adalah jumlah dana yang harus dikeluarkan oleh orang tua saya, untuk membeli obat dan merawat saya di RS.Gandaria saat itu, mulai menyadarkan saya bahwa betapa mahalnya kesehatan itu, haha mungkin agak telat saya sadarnya, soalnya saat itulah kali pertama saya dihinggapi penyakit yang lumayan parah, dan pertama kalinya saya di opname di RS.
Kemudian, kembali kira-kira ke peristiwa 2 minggu lalu, saat saya ke RSCM untuk melihat kondisi omnya pera yang sedang kritis, yang namanya RS memang benar-benar membuat tidak betah, mulai dari suasana kamar, bau-bau obat-obatan yang sangat menusuk hidung, sampai pemandangan-pemandangan pasien yang kesakitan yang sangat tidak enak untuk dilihat, entah apa yang membuat saya saat itu bertekad memberikan darah saya kepada omnya pera, padahal saya sama sekali belum pernah sekalipun menjadi donor darah. Perasaan bisa memberikan darah saya kepada orang lain bisa membuat saya merasa sangat bahagia, membuat saya merasa berguna bagi orang lain, dan membuat saya bertekad untuk melakukan donor darah rutin setiap 3-4 bulan berikutnya.
Intinya, nikmatilah setiap momen dalam hidupmu, sebab kita tidak tahu kapan Tuhan akan memutuskan kontrak hidup kita, bukan hal yang mustahil saat ini kita sehat, tetapi besok tiba-tiba hal yang tidak kita inginkan terjadi, dan yakinlah disaat saya merasakan diri saya berguna bagi orang lain, disaat itulah saya merasa benar-benar pantas diberikan kehidupan oleh Tuhan, dan pengalaman-pengalaman dirumah sakit telah membuat saya sadar bahwa saya harus selalu bersyukur setiap saat kepada Tuhan.
"to life, is the greatest gift of all"
-We are the World, song for Haiti-
Kehidupan sehari-hari memang terkadang sangat kompleks, sesekali di suatu titik tertentu kita merasa sangat senang dan bahagia, saat dimana semua ekspektasi kita terpenuhi, saat dimana seolah-olah dunia ini bekerja mengikuti apa yang kita inginkan, namun di lain sisi, tak jarang kita merasa sedih, kesal, ataupun frustasi, jika hal-hal diluar apa yang kita harapkan terjadi, dan kita berfikir bahwa dunia ini kejam, tuhan itu tidak adil, dan lain sebagianya. Saat itulah pikiran-pikiran negatif mulai datang ke diri kita, mulai mengeluh, mencari-cari kambing hitam, dan hal-hal kurang baik lainnya.
Jujur, saya adalah orang yang gampang sekali mengeluh, sampai saat saya mulai merasakan dunia kerja ini barulah saya sadar akan sifat buruk saya itu dan mulai perlahan-lahan untuk mengurangi keluhan-keluhan yang keluar dari mulut saya ini dan belajar untuk selalu bersyukur dengan apa yang saya dapatkan..
Bukankah dunia ini terlalu indah untuk dikeluhkan? kita telah diberikan banyak sekali anugerah oleh tuhan, hal yang paling sederhana saja, hidup, pernahkah kita bersyukur bahwa Tuhan masih bermurah hati memberikan kehidupan dan kesehatan kepada kita? kemarin kami menyempatkan diri untuk menjenguk Pak Udin Transfer II yang terkena serangan jantung di UGD RSPAD, kondisi beliau sangat menyedihkan, beliau terlihat sangat lemas, dan kesakitan, walaupun saya tidak terlalu mengenal beliau, tetapi karena saya belum pernah melihat seseorang yang dekat dengan saya mengalami hal seperti itu membuat pemandangan saat itu seolah-olah menampar saya, dan sedikit banyak menyadarkan saya, bahwa sebenarnya saya harus bersyukur masih diberikan kesehatan oleh Tuhan, hal sederhana yang sering saya lupakan.
Kejadian ini mengingatkan saya akan apa yang saya alami sekitar kurang lebih 1 tahun yang lalu, saat dimana saya dan beberapa teman kos yang lain terkena Demam Berdarah, mungkin rasa sakitnya tidak seberapa, tetapi berbagai macam larangan yang diberitahukan oleh dokter, ketidakbebasan dalam beraktifitas, dan yang paling membuat saya menyesal adalah jumlah dana yang harus dikeluarkan oleh orang tua saya, untuk membeli obat dan merawat saya di RS.Gandaria saat itu, mulai menyadarkan saya bahwa betapa mahalnya kesehatan itu, haha mungkin agak telat saya sadarnya, soalnya saat itulah kali pertama saya dihinggapi penyakit yang lumayan parah, dan pertama kalinya saya di opname di RS.
Kemudian, kembali kira-kira ke peristiwa 2 minggu lalu, saat saya ke RSCM untuk melihat kondisi omnya pera yang sedang kritis, yang namanya RS memang benar-benar membuat tidak betah, mulai dari suasana kamar, bau-bau obat-obatan yang sangat menusuk hidung, sampai pemandangan-pemandangan pasien yang kesakitan yang sangat tidak enak untuk dilihat, entah apa yang membuat saya saat itu bertekad memberikan darah saya kepada omnya pera, padahal saya sama sekali belum pernah sekalipun menjadi donor darah. Perasaan bisa memberikan darah saya kepada orang lain bisa membuat saya merasa sangat bahagia, membuat saya merasa berguna bagi orang lain, dan membuat saya bertekad untuk melakukan donor darah rutin setiap 3-4 bulan berikutnya.
Intinya, nikmatilah setiap momen dalam hidupmu, sebab kita tidak tahu kapan Tuhan akan memutuskan kontrak hidup kita, bukan hal yang mustahil saat ini kita sehat, tetapi besok tiba-tiba hal yang tidak kita inginkan terjadi, dan yakinlah disaat saya merasakan diri saya berguna bagi orang lain, disaat itulah saya merasa benar-benar pantas diberikan kehidupan oleh Tuhan, dan pengalaman-pengalaman dirumah sakit telah membuat saya sadar bahwa saya harus selalu bersyukur setiap saat kepada Tuhan.
"to life, is the greatest gift of all"
-We are the World, song for Haiti-
Tuesday, June 28, 2011
and the results are...
Akhirnya semua hasil diklat DTSD dan DTSS udah keluar dan hasilnya adalah :
1. DTSD HKPD I
adalah diklat pertama yang saya jalani, dan saya finish di urutan ke-8 dari 30 orang, not bad lah saya cukup puas dengan hasilnya, ini adalah diklat terserius yang saya jalani dan mungkin teman-teman juga cukup serius mengikutinya sebab ini adalah diklat pertama :D
DTSD HKPD
2. DTSS Transfer II
Diklat kedua ini adalah diklat yang paling fun yang saya jalani, saya sangat excited menjalani diklat ke-2 ini, namun ternyata hasilnya cukup mengecewakan, saya hanya finish di urutan 18 :(, padahal saya yakin yang ini diklatnya lebih gampang dari HKPD, yeah but it happened, and no regret at all :)
DTSS Transfer
3. DTSS PDRD II
Ini adalah diklat paling suram yang saya jalani, dengan kondisi banyak pikiran, dan mood yang kurang bagus, serta kebosanan mengikuti diklat, membuat kondisinya semakin lengkap, tapi anehnya, saya bisa finis di ranking 6 padahal komposisi pesertanya adalah yang tersulit menurut saya, mungkin faktor sekamar ama pur kali ya haha :P
DTSS PDRD
4. DTSS PKD I
DIklat terakhir, dan hasilnya baru keluar kemarin, dan saya finis di posisi 7, lumayanlah hehe
DTSS PKD
ranking memang bukan patokan yang absolut, dan yang penting memang adalah kelulusan itu sendiri, tetapi ranking bisa dijadikan tolak ukur kita terhadap diri sendiri, serta pemicu semangat, dan sedikit banyak ini bisa dijadikan cerminan kesiapan seorang peserta diklat.
Beberapa orang mungkin sangat "care" dengan rankingnya dan beberapa yang lain mungkin masa bodoh dengan hal ini, bagaimana dengan saya sendiri? I'm in the middle of these two opinion :P
"Just because you're obsessed with reaching out the highest point, doesn't mean you're smarter than an idiot"
-Mabrur.Mr.Eks, Kaskus-
1. DTSD HKPD I
adalah diklat pertama yang saya jalani, dan saya finish di urutan ke-8 dari 30 orang, not bad lah saya cukup puas dengan hasilnya, ini adalah diklat terserius yang saya jalani dan mungkin teman-teman juga cukup serius mengikutinya sebab ini adalah diklat pertama :D
DTSD HKPD
2. DTSS Transfer II
Diklat kedua ini adalah diklat yang paling fun yang saya jalani, saya sangat excited menjalani diklat ke-2 ini, namun ternyata hasilnya cukup mengecewakan, saya hanya finish di urutan 18 :(, padahal saya yakin yang ini diklatnya lebih gampang dari HKPD, yeah but it happened, and no regret at all :)
DTSS Transfer
3. DTSS PDRD II
Ini adalah diklat paling suram yang saya jalani, dengan kondisi banyak pikiran, dan mood yang kurang bagus, serta kebosanan mengikuti diklat, membuat kondisinya semakin lengkap, tapi anehnya, saya bisa finis di ranking 6 padahal komposisi pesertanya adalah yang tersulit menurut saya, mungkin faktor sekamar ama pur kali ya haha :P
DTSS PDRD
4. DTSS PKD I
DIklat terakhir, dan hasilnya baru keluar kemarin, dan saya finis di posisi 7, lumayanlah hehe
DTSS PKD
ranking memang bukan patokan yang absolut, dan yang penting memang adalah kelulusan itu sendiri, tetapi ranking bisa dijadikan tolak ukur kita terhadap diri sendiri, serta pemicu semangat, dan sedikit banyak ini bisa dijadikan cerminan kesiapan seorang peserta diklat.
Beberapa orang mungkin sangat "care" dengan rankingnya dan beberapa yang lain mungkin masa bodoh dengan hal ini, bagaimana dengan saya sendiri? I'm in the middle of these two opinion :P
"Just because you're obsessed with reaching out the highest point, doesn't mean you're smarter than an idiot"
-Mabrur.Mr.Eks, Kaskus-
Friday, June 17, 2011
SARA
Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan..
SARA adalah permasalahan yang selalu muncul dalam suatu komunitas yang heterogen, tak peduli dimanapun kita berada. di Amerika masalah ini masih menjadi salah satu hal yang sering diangkat dalam problematika kehidupan sosial disana, di Malaysia saja masalah ras, dominasi china, dan diskriminasi terhadap para india masih sering terjadi, jangan jauh-jauh di negara kita tercinta ini, Indonesia, masalah yang berhubungan dengan SARA masih sering saya temukan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu dikantor, di kos-kosan, bahkan di suatu obrolan di dalam sebuah angkutan kota..
Kata-kata makian terhadap ras, suku, atau agama tertentu bukan hal yang jarang kita lihat dan dengar,
SARA adalah permasalahan yang selalu muncul dalam suatu komunitas yang heterogen, tak peduli dimanapun kita berada. di Amerika masalah ini masih menjadi salah satu hal yang sering diangkat dalam problematika kehidupan sosial disana, di Malaysia saja masalah ras, dominasi china, dan diskriminasi terhadap para india masih sering terjadi, jangan jauh-jauh di negara kita tercinta ini, Indonesia, masalah yang berhubungan dengan SARA masih sering saya temukan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu dikantor, di kos-kosan, bahkan di suatu obrolan di dalam sebuah angkutan kota..
Kata-kata makian terhadap ras, suku, atau agama tertentu bukan hal yang jarang kita lihat dan dengar,
Subscribe to:
Posts (Atom)

